Ustadz Abdul Somad Kamis Di Jurang Mangu, Tangsel

0
Abdul Somad (Foto: Ist)

Cipasera.com - Ustadz fenomenal
Abdul Somad akan tampil dalam tablig Akbar memperingati Maulud Nabi Muhamad di Mushola Nurul Iman, Jln Cikini Dalam 3, Pondok Aren, Kota Tangsel, Kamis 28/12/2017, pukul 19.30

Dalam tablig nanti, ustadz alumni Al Azhar Kairo ini, akan berceramah mengenai pendidikan agama dalam keluarga. Dan diharapkan ceramah tersebut dapat mencerahkan jemaah sekaligus inspirasi masyarakat.

KH Abdul Somad merupakan ustadz asal Riau yang fenomenal. Dia terkenal bukan karena sering tampil di televisi, melainkan karena ceramahnya yang cerdas, bernas dan menghibur sering diuploud di medsos.

Dari medsos inilah, ia digandrungi Jutaan  umat Islam di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Tangsel. Tak hanya itu, penggemarnya pun beragam. Dari rakyat biasa hingga kaum intelektual hingga seniman. Tak heran jika banyak menuai komentar. Salah satunya komentar dari Chavchay Saefullah, alumni pesantren yang kini Ketua Dewan Kesenian Banten.

Menurut Chavchay,  Abdul Somad adalah ulama muda yang selama ini dia  cari-cari.

"Beliau di mata saya, ahlus shidqi wal wafaa. KH Abdul Somad  punya kharisma tersendiri. Sebab selama ini saya ketahui ulama muda lulusan Mesir dan Maroko ini juga menghafal dan menulis kitab, bahkan ia bisa tampil sebagai orator yang memukau," kata Chavchay.

Chavchay yang juga Ketua Kebudayaan Ormas Parmusi itu menambahkan, Abdul Somad, tata bahasa dan penguasaan retorikanya sangat baik, sehingga khutbahnya terasa sederhana, namun mendalam. Sesekali memang terkesan eksplosif, namun karena terbingkai dalam argumentasi ilmiah yang kokoh, maka justru itulah  kekuatan beliau.

Sebagai santri,  Chavchay membayangkan bagaimana UAS dulu mempelajari ilmu-ilmu yang  dikuasai kini. Pasti susah sekali. Dan UAS tampil seperti ulama abad 18 pandai  akan Kitab-kitab hukum Islam dan thariqat.  Bahkan kitab-kitab sastra harum semerbak di Melayu masa itu. Kini Melayu seperti sedang bangkit bersama KH Abdul Somad.  Sosok yang lahir dari siklus  100 tahun. (red/*)