U-Turn Rawa Buntu Lancar Setelah Dishub Turun Tangan. Statusnya Masih Milik Pengembang

    H.Ika Sekdis Dishub. (Foto: Teguh)

Cipasera - U- turn atau putaran di dekat  Stasiun Rawa Buntu, Jalan Raya Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) tak macet setelah Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel turun tangan. 

Putaran yang belum lama ini viral, kini oleh Dishub  dibuka-tutup sementara. Pantauan cipasera.com hari Jumat dan Sabtu (27/1/24), tampak lalu lintas lancar dan kendaraan yang memutar di U turn tersebut tak mengalami kemacetan. 

Kelancaran lalin tersebut dikarenakan angkot dan kendaraan yang biasa parkir  sembarangan sekitar Uturn, kini terparkir rapi. Sehingga tak menghalangi kendaraan yang memutar.

Di sekitar kiri dan kanan U-turn sebelumnya memang jadi tempat ngetem angkot dan taksi online. Jumlahnya pun cukup banyak bila jam pulang kerja. Akibatnya sering menutup jalur Uturn. 

      U-Turn Rawa Buntu   ( Foto : teguh)


Menurut Sekretaris Dishub Tangsel H.Ika, Dishub cepat bereaksi bersama Polres Tangsel ketika ada keluhan kemacetan disana. "Alhamdulilah, setelah kami lakukan buka tutup sementara, dan memasang sparator sekarang lancar kembali," kata H.Ika belum lama ini usai rapat di Pemkot Tangsel. 

Untuk kelanjutan keberadaan U-turn tersebut, Pemerintah Kota melalui Dishub terus berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk pengembang yang membangun putaran tersebut. Belum ada keputusan final apakah putaran akan dibongkar atau dilanjutkan secara permanen.

“Bisa jadi dibutuhkan, bisa jadi tidak. Kita lagi evaluasi, kan sekarang lagi berjalan, tunggu saja hasilnya seperti apa,” jelas Ika.

Sambil menunggu keputusan final soal nasib putaran itu, kata dia, pemerintah juga melakukan upaya penertiban atas faktor lain penyebab kemacetan di lokasi. Di antaranya soal pangkalan angkot, parkir kendaraan Ojol, hingga pedagang kaki 5.

“Tapi kita juga sambil terus melakukan upaya-upaya penanganan di sana, menertibkan kendaraan yang parkir di sana, mengatur pedagang kaki 5 nya,” terangnya.

Pembangunan U-Turn sendiri secara utuh dikerjakan oleh pengembang. Pihaknya, kata Ika, tak terlibat karena status kepemilikan jalan tersebut masih milik  pengembang kawasan. Lahannya  juga masih lahan pengembang. (a)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel