Dua Kali Presiden Tak Hadir di HPN. Ini Kata Mantan Ketua PWI


 Cipasera - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto untuk keduakalinya tak hadir pada  puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN). Yang pertama saat HPN digelar di Kalimantan Selatan 2025 dan yang kedua,  2026 di Provinsi Banten, di Masjid Raya Al-Bantani, Kota Serang, Senin 9/2/2026. 

Pembatalan kehadiran mantan Komandan Kopasus pada HPN di Serang ini tidak dijelaskan secara rinci  oleh  yang mewakili, yakni  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Cak Imin hanya mengatakan, ketidakhadiran  Presiden Prabowo Subianto karena berhalangan. 

Selain itu, Cak Imin dalam pidatonya mengatakan, Presiden berharap Hari Pers Nasional ini menjadi momentum konsolidasi menghadapi tantangan baru, menghadapi berbagai kesulitan-kesulitan baru sehingga semangat jurnalisme, semangat media yang sangat ditunggu perannya kepada masyarakat itu benar-benar bisa terwujud melalui konsolidasi.

Cak Imin menambahkan konsolidasi yang diharapkan Presiden bukan hanya konsolidasi internal insan pers, namun juga konsolidasi, kolaborasi, dan sinergi antara pemerintah, insan pers, dan juga seluruh lapisan masyarakat.

Ketidakhadiran Presiden membuat sejumlah insan pers kecewa. Salah satunya Henry Ch Bangun, Mantan Ketum PWI seperti diungkap  tulisannya di sebuah media. Ketidakhadiran  Presiden Prabowo Subianto membuat orang banyak    bertanya-tanya,  ada apa? 

Memang, Presiden telah menunjuk Menteri PMK, kata Hendry,  tetapi tetap saja ketidakhadiran Presiden seperti sayur tanpa garam, karena justru garamnya itulah yang memberikan vitalitas, energi, kekuatan bagi pers dan media yang saat ini sudah dalam tahap Vivere Pericoloso.

Absennya kepala negara dalam peringatan Hari Pers Nasional di Banten mengingatkan pada HPN 2025 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan pada 9 Februari 2025. Hanya saja, tahun lalu PWI  "tidak sedang baik - baik saja" .

Orang pun menduga,   Presiden Prabowo tidak hadir kemungkinan terjadi polarisasi di PWI,  kepengurusan hasil Konggres Bandung 2024 dan PWI KLB. 

"Dulu kita maklum, ada dua kubu. Tapi sekarang sudah kler, hasil kongres dipercepat 2025. Tapi tidak hadir juga. Jangan...jangan.." kata seorang wartawam senior Jakarta. (Tw)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel