Mahasiswa UMJ Buang Sampah Di Kantor Walkot. Pemkot : Kami Sudah Bekerja Keras
Cipasera - Puluhan Kelompok Mahasiswa Muhamadyah Jakarta merangsek ke Kantor Walikota Tangerang (Tangsel). Mereka membawa sampah satu truk dan satu mobil, Kamis 8/1/2025.
Sampah - sampah rumah tangga berbau yang dibungkus plastik tersebut dibuang di halaman Kantor Walikota. Alhasil, sampah - sampah tersebut mengeluarkan bau tak sedap.
"Coba cium bapak- bapak bau sampah ini. Bau kan? Itulah yang kami rasakan tiap hari kami rasakan," orasi seorang mahasiswa diatas truk. "Tangsel ini kota penyangga Jakarta, tapi sampahnya tak bisa diurus."
Demo mahasiswa hari ini adalah demo yang kesekiankalinya, memprotes pengelolaan sampah yang belum belum selesai sejak TPA Cipeucang ditutup lantaran kapasitasnya sudah overload.
Pemerintah Kota Tangsel bukannya tinggal diam. Berbagai usaha telah dilakukan, yakni membuang sampah ke luar daerah seperti di Pandeglang dan Kota Serang, untuk mengatasi sempitnya lahan pembuangan di Tangsel.
"Kami akan mengirim sampah ke Serang sebanyak 500 ton, ke Nambo 20 ton dan Cilengsi Bogor 300 ton," kata Walikota Tangsel Benyamin Davnie, beberapa hari lalu.
Namun rencana tak mulus. Pemkab Pandeglang membatalkan kerjasama pengelolaan sampah. Kota Serang juga demikian. Setelah uji coba mulai 1 Januari 2026, 7 Januari kemarin dievalusi. "Dihentikan sementara, untuk evaluasi," kata Kepala DLH (dinas lingkungan hidup) Serang, Farach Richi ( 7/1/2025).
Pengelolaan sampah di Tangsel kini memasuki fase paling krusial. Tiap hari warga dihantui horor sampah 1000 ton yang mesti dibuang. Sementara lahan penampungan belum didapat. "Insyaallah, kita beresin. Bersabarlah sedikit," kata seorang pejabat Tangsel kepada cipasera.com. (tw)
