Pemkot Serang Hentikan Sementara Kiriman Sampah Tangsel. Warga Protes Bau Lindi
Cipasera - Pemerintah Kota Serang, Banten menghentikan sementara pengiriman sampah dari Tangerang Selatan (Tangsel) mulai sore, Selasa 6/1/2025.
Hal itu dikatakan Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi kepada wartawan. "Untuk sore ini disetop dulu. Penyetopan ini dilakukan sambil menunggu hasil evaluasi yang disampaikan kepada Wali Kota ," ungkap Farach Richi, Selasa (6/1/2026).
Farach menegaskan, bahwa DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Serang, sudah berkirim surat pemberitahuan resmi kepada DLH Kota Tangsel terkait penghentian ini.
Penghentian sampah dari Tangsel juga dibenarkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin. Katanya, Pemkot sedang membuka ruang dialog dengan warga terdampak. Untuk itu, penerimaan sampah dari Tangsel yang diujicobakan sejak 1 Januari 2026 dihentikan.
"Kita hentikan dulu untuk dilakukan evaluasi. Saya pikir wajar, ada aspirasi warga. Yang penting, pointnya, kita perlu perbaikan-perbaikan," kata Nanang, Selasa, 6/1/2026.
Nanang menambahkan, Pemkot perlu membuka ruang dialog dengan warga yang menolak maupun yang menerima kebijakan tersebut selama uji coba penerimaan sampah dari Tangsel.
Terkait keberlanjutan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkot Serang dan Pemkot Tangsel, ia mengatakan seluruh keputusan ada di Wali Kota Serang, Budi Rustandi..
Masih terkait hal itu, Kepala DLH Serang Farach juga mengatakan, penghentian sementara pengiriman sampah dari Tangsel karena banyaknya keluhan warga Serang, terutama soal dampak negatif proses pengiriman. Warga mengeluh, tetesan air lindi yang berbau nyengat, bocor dari truk-truk pengangkut sampah.
Farah mengaku, sebenarnya pihaknya telah mengantisipasi itu dengan mendirikan pos pemeriksaan atau check point di Kilometer 68 dan daerah Cakung. Namun entah bagaimana sehingga lindi ditemukan warga. (Red/t/*)
"
