Tol Cinere - Tangsel - Kunciran Masih Ngadat

0
Tol Cinere - Tangsel- Kunciran Masih Terkendala Pembebasan Lahan. Baliho di Sarua Tangsel. (foto: ist)


Tangsel. Tol Cinere – Tangsel – Kunciran nasibnya hingga kini belum jelas. Problem pembesan lahan belum teratasi karena pembayaran tersendat.  PT Astratel Nusantara sebagai pemenang tender tersebut menyatakan, pembebasan lahan tol dengan panjang hanya 11 kilometer tersebut baru mencapai 65%. Banyak persoalan yang belum diselesaikan  dalam pembebasan lahan. Misalnya, kesepakatan harga lahan, surat-surat tanah tak ada, serta keributan antarahli waris.

” Jadi kecepatan realisasi tol ini tergantung pemerintah. Kapan mereka bisa menyelesaikan pembebasan tanahnya. Kami sih berharap, pada tahun ini mencapai 100%,” ujar Wiwiek D. Santoso, Direktur PT Astratel Nusantara (30/4)

Tampaknya bukan hanya soal rumitnya pembebasan lahan, uang untuk pembayaran  juga belum bisa cair. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  telah menghabiskan anggaran sebesar Rp800 miliar untuk membebaskan sebanyak 718 bidang tanah dari total 1.500 bidang atau setara dengan 100 hektare lebih.
Sebanyak 718 bidang tanah itu berada di Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat dan Kelurahan Pakujaya, Kecamatan Serpong Utara. Ahli waris di dua kelurahan ini sudah menerima pembayaran.

Sedangkan lima kelurahan yang belum dibayarkan yakni, Kelurahan Jelupang, Pondok Jagung Timur, Pagiri Baru dan Parigi Lama kemudian Rawa Mekar Jaya, belum disiapkan anggaranya.

Sementara itu, pejabat Pembuat Kebijakan (PPK) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ahmad Sjahrial Ritonga saat ditanykan soal kelanjutan proyek ini mengatakan,  “Kami masih berkutat soal pembebasan lahan, kami masih fokus di situ. Kita targetkan bisa selesai akhir tahun 2016, sehingga konstruksi bisa dilakukan pada awal Januari. Asalkan anggarannya segera bisa dicairkan. Kami usulkan Rp2,5 triliun untuk sekarang. Mudah-mudahan Mei-Juni bisa dicairkan.”

Kepala Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kota Tangsel, Alen Saputra menyatakan, beberapa persoalan terjadi selama pembebasan lahan. Namun, persoalan itu umumnya terjadi karena internal pemilik tanah yang akan terkena pembebasan proyek tol. (TS)