Marwan Syanudin: Batik Tangsel Perlu Unsur Lokal


  
Marwan Syanudin. Batik Tangsel dan kearifan lokal. (foto : Ist)


TANGSEL. Dinas Koperasi dan UKM (DinkopUKM) Kota Tangerang Selatan  sangat peduli dengan batik di Kota Tangsel. Untuk semakin memajukan,  174 pengajin batik di tujuh Kecamatan  di Kota Tangerang Selatan mendapat pelatihan di gedung MAN Insan Cendekia, Serpong, Selasa (23/8/2016).

Kepala Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro Kecil Menengah Kota Tangsel, Warman Syanudin mengatakan, pelatihan diharapkan agar para penggiat UKM Batik  memadukan budaya kearifan lokal yang ada dengan corak dan motif batik yang telah ada.

“Kita mesti punya batik dengan ciri khas sendiri. Motif batik disesuaikan dengan kearifan lokal masyarakat di sini, misalnya corak Anggrek, Blandongan, Rebung dan Silat,” kata Warman pada pengarahannya.
Dengan semaraknya batik Tangsel, nantinya  dapat mempopulerkan nilai budaya khas daerah Tangsel, sekaligus  juga dapat menopang nilai ekonomis bagi para pelaku UKM.

Selain Warman, pelatihan diisi oleh sejumlah  narasumber. Diantara dari  Bandung, yakni    Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung, Marimin.
Marimin mengatakan, Tangsel butuh  butuh motif batik yang  inkulturasi. Nilai  lokal wisdom  harus kita tularkan agar menjadi sesuatu yang wajib di pahami oleh generasi penerus, dan itu harus dilakukan secara subtansial.

Dalam kesempatan itupun, turut diberikan bantuan berupa peralatan membatik pada para perajin batik pemula yang hadir, seperti Kompor, Cangklung, Wajan kecil, Canting besar, Kain Mori, Pewarna Sintetis, Pengawet, Soda api dan lainnya. (TD)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel