Ngeri Tangsel: Pegawai Pejabat dan Anggota DPRD Pemakai Narkoba

0



Gambar ilustrasi (Foto: Ist)
Tangsel- Kota Tangerang Selatan termasuk kota yang sudah lama   dijadikan wilayah peredaran Narkoba oleh para Bandar dari Jakarta. Banyak pengguna yang sering melakukan transaksi di kota yang dulu digadang –gadang benama Cipasera itu.

Salah satu bukti adalah ketika di mobil artis kenamaan berinisial DR ditemukan sabu. Setelah dilacak tenyata sabu tersebut berasal dari seseorang yang beralamat di Bukit Nusa Indah, Sarua  Tangsel.

Sayang, entah kenapa kasus Narkoba di mobil DR behenti begitu saja. Maksudnya, orang yang beralamat  di Bukit Nusa Indah tesebut tak jelas nasibnya, ditangkap atau diadili. Tak ada kabar beritanya.

Tak hanya itu, pernah berredar kabar juga, aparat  kelurahan Jombang juga ditangkap aparat karena diduga terlibat peredaan Narkoba. Konon, pegawai kelurahan ini  mengusai jaringan peredaan Narkoba di Jombang dan Sarua.

 Jombang dan Bukit Nusa Indah adalah perbatasan wilayah kelurahan. Mungkin karena pernah pengedarnya diringkus,  Jombang hingga sekarang dianggap rawan Narkoba oleh banyak pihak.

“Jombang  dianggap ‘zona merah’ peredaran Narkoba. Maksudnya zona merah sering menjadi transaksi peredaan Narkoba,” kata  Kuswanda, Kabid  Rehabilitasi dan Penanggulangan Naza  Dinsosnaketrans, Kota Tangsel, beberapa waktu lalu usai diskusi pencegahan dan penanggulangan Narkoba di  Rumah Singgah Setu, Tangsel. 

Kuswanda tak memerinci  zona merah Narkoba di mana saja. “Yang saya tahu di Jombang saja.  Tapi yang terpenting, kalau ada  pemakai  tertangkap dan perlu direhabilitasi kami akan menfasilitasi. Kami bekerjasama dengan BNND Tangsel dan Yayasan Mandalawangi Banten. Kami kirim ke sana,” kata Kuswanda. “Kami sudah mengirim beberapa yang harus direhabilitasi.”

Berapa jumlah pecandu Nakoba yang ada di Tangsel? Kuswanda mengatakan tak punya data. Ia hanya mengutip sebuah data, 150 orang. Maksudnya, yang direhabilitasi

“Ya mungkin itu yang tercatat dan terlapor. Yang tidak terlapor mungkin lebih banyak. Orang yang memiliki kerabat pecandu kan jarang yang mau lapor. Alasannya, malu. Padahal tak perlu malu,” kata mantan  Kabid Dikdas Dindik Tangsel itu.

Jumlah 150 adalah  dari 20 ribu pecandu. Data lain menyebut  ada sekita 20 ribu orang pengguna Narkoba di Tangsel.  Itu  data yg berhasil dihimpun   cipasera.com.

Kepala BNN Kota Tangsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Heri Istu Hariono pernah menyodorkan data , Tangsel sudah jadi zona empuk  bagi para pengedar dan pengguna narkoba. Sebab  letak geografis Kota Tangsel adalah kota penyangga ibukota Jakarta seperti Depok dan wilayah kota dan Kabupaten Tangerang. Tang­sel menjadi salah satu  wilayah yang paling dianggap Bandar  aman dalam peredaran dan menyimpan Narkoba.

Di Kota Tangsel  beberapa kasus pernah  mencuat di me­dia,  terjadi pen­angkapan pengedar narkoba di wilayah ini. Diantaranya  ditangkapnya bandar kategori kelas kakap oleh Polsek Ciputat  dengan barang bukti ganja kering sebanyak 1,3 kwintal.

Tak hanya itu, fakta  juga menyebutkan  bandar besar ganja di perumahan wilayah Pamu­lang, dan adanya home in­dustri pembuatan Sabu di perumahan Vila Melati Mas Serpong.

Dari berbagai kasus,  tergambarlah  zona merah atau  titik rawan narkoba di tujuh kecamatan dan 54 kelurahan di Kota Tangsel. Hasil riset , analisanya, semua wilayah dalam kate­gori titik merah dalam pereda­ran dan penggunaan narkoba.

Rupanya Nakoba ini telah menyeret  pegawai Kota Tangsel. Ada yang jadi pengedar dan pengguna.  Agustus  lalu aparat kelurahan Lengkong Gudang Muhamad Rifai behasil dicokok polisi saat mengedarkan sabu. Rifai  tampaknya sudah lama jadi pengedar dan memiliki konsumen cukup banyak.

Penangkapan terhadap Rifai merupakan pengembangan dari kasus yang tengah didalami oleh Polsek Pamulang. Karena sebelumnya, seorang pelaku lain bernama Deden telah diamankan lebih dulu oleh Polisi. 

Kepala Bagian Humas Polres Tangsel AKP Mansuri menuturkan, petugas menjebak pelaku dengan berpura-pura mengajak transaksi di suatu lokasi di Jalan Raya Serpong.

"Saat pelaku tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Polisi langsung meringkusnya dan menyita satu paket sabu," kata Mansuri, Jumat (12/8/2016).

Tak Hanya Rifai, masih ada  PNS Kota Tangsel yang jadi pengedar.  Tapi yang parah, pemakai Narkoba sudah merasuki  beberapa pejabat dan anggota DPRD Kota Tangsel. Siapa saja mereka? Ikuti terus di cipasera.com  sambungannya. (besambung).