Apartemen RGLV Ciputat Dicurigai Untuk "Esek", Aparat Razia Gabungan

0


Sisi lain kamar yang disewakan.... (Foto: Ist)

Cipasera.com - Apartemen RGLV Ciputat yang terletak di jalan Dewi Sartika, sudah lama dicurigai dijadikan tempat “indehoy” oleh pasangan bukan muhrim. Itu terjadi sejak  beberapa bulan apartemen tersebut dihuni. Dan para pemilik serta  agen property  mulai menyewakan apartemennya  dengan system  harian, mingguan maupun  bulanan.

Hal itu dikatakan Don, bukan nama sebenarnya,  mantan security apartemen tersebut. Dengan harga sekitar Rp 250 – Rp 400 ribu per hari, ramailah  para penyewa. Mulanya, para  karyawan dan pegawai pemerintahan yang sedang  tugas ke Jakarta atau ke Tangsel.Tapi lama -lama, orang sekitar Tangsel pun menyewa untuk keperluan khusus.

“Mungkin daripada nyewa hotel tarifnya mahal, maka  menyewa  apartemen  ini. Ramainya kira –kira sejak awal tahun 2016," kata Don yg kini bekerja di sebuah mall. “Sejak itu, para penyewa mulai  terlihat reseh . Ada yang bawa cewek. Dan sebaliknya, yang cewek bawa gacoan. Tapi tiap diminta identitasnya mereka bilang, saudara pemilik apartemen. Kita kaga bisa ngapa-ngapa.”

Untuk bisa  menyewa apartemen RGLV sangat gampang. Lihat saja, banyak pengumuman tertempel di dinding.  “Yang bikin ane curiga, banyak pasangan yang mau antri untuk nyewa. Lha, mosok  nyewa apartemen cuma lima jam? Jadi buat apa dong? Udah kelar cabut . Lantas masuk penyewa yang lain,” rinci Don sambil tertawa.

Boleh jadi, larisnya sewa menyewa di apartemenRGLV  lantaran tempatnya enak.  Sebab apartemen ini berkonsep kawasan hunian yang terpadu dengan pusat bisnis, perkantoran, hiburan,  perbelanjaan, kuliner, kebugaran, olah raga, dan sarana rekreasi.

Dengan total lahan 4,7 Ha,   50% adalah untuk fasilitas, diantaranya danau buatan yang hijau dan asri yang dilengkapi dengan area untuk fishing deck, jembatan pengantin yang romantis dimana sekelilingnya ditumbuhi rerumputan yang rapi, apik, dan terpelihara, tumbuh juga pepohonan yang teduh dan berdaun lebat.

Akan tetapi, bangkai mesti rapat dikubur, baunya tercium juga.  Kabarnya, ada penghuni yang tak tahan melihat  adanya “bisnis sewa”  untuk hal yang  dicurigai tak senonoh.  Namun aparat sulit memproses laporan sebagai tindakan hukum. Sebab mereka yang menyewa rata-rata mengaku  saudaranya yang punya apartemen.   

Mungkin karena ada dugaan bisnis "esek" di RGLV itu, Minggu, 28/5/2017  diadakanlah razia  gabungan dari Koramil, Polsek, dan Satpol PP Ciputat. Mereka mendatangi Apartemen Green Lake View di Ciputat, Tangerang Selatan, mendata identitas warga siluman yang melakukan sewa unit di apartemen dengan sistem harian dan bulanan.

"Operasi yustisi ini untuk menjaga bulan suci Ramadan, sekaligus untuk mengetahui dan mendata penduduk musiman di apartemen," kata  Cecep Iswadi, Lurah Ciputat di lokasi, Minggu 28 Mei 2017.


Cecep kaget,  ternyata  banyak unit di apartemen disewakan dengan sistem harian.  Tiap unit disewa harian dengan tarif Rp250-300 ribu. Nah, itu kan bisa dijadikan oleh  orang-orang tak bertanggungjawab untuk berbuat asusila. Ini  perlu  kita antisipasi," kata Cecep.

Tindakan selanjutnya, Cecep akan memanggil agen properti yang menyewakan unit apartemen dengan sistem harian. Di lokasi, beberapa agen properti secara terang-terangan memasang informasi yang menyebutkan sewa kamar harian di apartemen lengkap dengan harga sewa dan kontak agen.

Miko, salah satu penghuni unit apartemen mendengarkan  janji lurah Ciputat bertanya, “ Bisakah pemanggilan oleh  Pak Lurah menghentikan sewa –menyewa disini?” kata Miko kepada cipasera.com .”Saya sih pesimis. Sebab bisa saja  setelah dipanggil Pak Lurah mereka melakukan dengan cara terselubung.” . (Red/Tim)