Heboh Foto Bu Guru Bertangan Tiga di Kereta Kencana

0

Foto : Bu Teti
Cipasera.com - Foto aneh  menjadi  heboh di  Facebook dan viral. Seorang ibu berwajah cantik  dengan baju batik  memiliki tiga tangan. Wanita  bernama Teti  yang berprofesi sebagai guru ini  duduk di atas Kereta Kencana Badak  Putih yang terletak di pendopo Kabupaten Cianjur.  Foto tersebut diposting akun Facebook Reinhard Driple.

”Heboh penampakan bertangan 3  Guru SD karangtengah Ketika acara FS2N Tk Kabupaten di pendopo kemaren NO EDITAN.. ASLI,” tulis Reinhard, sang pria yang mengambil foto Bu Teti itu.

Dalam postingan yang dimuat kemarin dalam salah satu grup facebook Cianjur, guru perempuan  tersebut  mengenakan busana serba merah. Tak ada yang salah dengan pakaian yang dikenakan Bu Teti. Namun, sorotan netizen tertuju pada tangan  Bu Teti. Dia berubah bertangan tiga, seperti hantu misterius.

Bu Teti yang mengenakan kerudung merah, celana merah dan kemeja batik dengan motif merah bercampur hijau itu terlihat memiliki dua tangan kiri. Tangan kiri yang satu tengah menahan dagu wajahnya sendiri. Sedangkan tangan kiri yang satu lagi nampak bersusun dengan tangan Bu Teti di atas paha.

Sontak, postingan  langsung dibanjiri komentar dan reaksi. Tak sedikit yang menilai bahwa foto itu merupakan hasil editan dan beritanya dinyatakan hoax. Reinhard bersikukuh,  bukan editan.

”Tanpa editan itu mah Kejadian nya pas lomba kabupaten kemaren di pendopo,” papar Reinhard lagi menjawab nitizen.

Tak hanya tangan kiri Bu Teti saja yang menjadi perhatian. Ternyata kaki kiri Bu Teti pun tak lepas dari bidikan mata. ”nha bisa nya? tangan kiri nu pegang tangan kanan eta tangan ke 3 jiga cewe,tpi nha sampeana jiga sampean aki”.. ?,” tulis akun facebook Ivha Juliana.

Balasan serupa turut dilemparkan akun Achmad Saepudin. ”Ooh sampean na rada ageung nyak..srg keriput..dupi panangan aslina nu kenca nganggo cincin teu,” ujarnya.

Foto Bu Teti ini pun mulai merambat ke sisi mistis. Ada juga netizen yang beranggapan bahwa tangan kiri Bu Teti mengalami keanehan. Kulit tangan kiri di bagian atas nampak lebih gelap dibandingkan warna kulit tangan kiri yang di bawah.

”Sawios tong heboh nya ”eta teh panangan putri jin panginteun,” papar Cancan Nurhasanah seperti diberitakan media lokal.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman menjelaskan, kehebohan ini sebaiknya tidak perlu dibesar-besarkan. ”Makhluk gaib itu ada, namun berkaitan dengan hal itu justru akan mengarah kepada musrik,” pesannya.

Ia menambahkan, setiap masyarakat berhak untuk mendekati bahkan hingga mengabadikan foto di atas kereta. ”Pendopo itu milik rakyat bukan rumah Bupati. Jadi siapa pun boleh datang ke pendopo. Apalagi nanti pendopo akan menjadi cagar budaya seperti Istana Cipanas,” tandasnya. (Red/Sumber: JP.com)