Pergantian Kepala Dinas PU Tangsel Mengagetkan Warga

0

Iirin Menyalami Retno Usai Memutasinya (Foto: HMS)


Cipasera – Kepala Dinas PU Kota Tangerang Selatan (Tangsel)  Retno Prawati dinilai oleh masyarakat cukup berhasil menangani pembangunan infrastruktur di Tangsel. Sejumlah pembangunan yang ditangani seperti Tandon Ciater, Taman Kota Jaletreng dan pembangunan ruas jalan Ciater dinilai berhasil baik. Namun Selasa , 10/11/2018  Walikota Airin mengganti Retno Prawati. Ia kini menjabat sebagai Asda II. Hal ini membuat  warga masyarakat terkejut. 

“Sekarang kita kalau jalan ke BSD lewat Ciater rasanya  asik. Jalanan mulus dan trotoarnya lebar. Bikin resep mata. Jalur ini bisa jadi percontohan,” kata Sayadon, mahasiswa yang tinggal di Mekar Jaya, Serpong. Rabu, 11/4/2017. “Tapi kemarin, saya baca di media online,  pejabat  yang berhasil membangun jalan ini  malah diganti. Ada apa nih...”

Bukan hanya Sayadon, Hermawan Nugi juga menyatakan hal sama.  ”Kadis PU punya prestasi menarik. Sayangnya diganti. Kami merasakan hasilnya, Tandon Air Ciater. Itu karya menarik yang mesti diapresiasi,” kata Hermawan, warga BSD, mahasiwa elektro semester akhir. “Memang mutasi pejabat itu hak Walikota. Mestinya ada pertimbangan untuk yang berprestasi. Semoga penggantinya lebih bagus lagi.”

Seperti diketahui, Walikota Tangsel  telah melantik  empat orang pejabat eselon II. Mereka adalah Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Toto Sudarto  sebagai  Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Retno Prawati  sebagai  Asisten Daerah (Asda)  II Bidang Perekonomian dan Pembangunan. Sementara Uus Kusnadi yang sebelumnya menjabat sebagai Asda II  dilantik menjadi Kepala Inspektorat. Sedangkan  Dedi Budiawan sebelumnya  sebagai Staf Ahli Bidang Politik kini menjabat  Kepala Disdukcapil Kota Tangerang Selatan.

Dalam sambutannya saat pelantikan, Walikota  Airin Rachmi Diany mengatakan, “Dari pelantikan pejabat ini, ada yang perlu disampaikan,  bahwa kita memiliki sistem pemerintahan yang tidak mengambil jarak dengan masyarakat. Jadi saya  tegaskan,  jabatan yang saat ini dikukuhkan merupakan amanat untuk melayani  masyarakat," kata Airin.

Airin juga meminta kepada seluruh pejabat yang dilantik tidak bekerja dari balik meja atau di atas kursi saja. Melainkan turun langsung ke lapangan untuk melakukan kajian terkait program apa saja yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. (Red/Hms)