Pemenang Anugerah Sastra Litera Diumumkan 27 Juli

0
Iwan Dan Mustafa, mengumumkan Litera Award

Cipasera - Tiga juri Penghargaan Satra Litera, Mustafa Ismail, Iwan Kurniawan dan M.Prihany mengumumkan 20 Nomine Puisi dan 12 Nomine Cerpen di Pamulang, Tangerang Selatan, belum lama ini. Pengumuman tersebut berlangsung dalam acara Tadarus Puisi di Rumah Sastrawan Ahmadun Yosi Herwanda. 

Menurut Mustafa Ismail, Nomine yang diumumkan tersebut hasil seleksi dari 230 puisi dan ratusan cerpen yang pernah dimuat di Litera.co.id. "Dari ratusan karya yang dinilai, ada yang menarik, yakni pesertanya lebih banyak dari tahun lalu dan rata- rata dari generasi penulis baru," kata Mustafa. "Dan sangat menarik karya -karyanya untuk diikuti."

Sementara Iwan Kurniawan menyatakan, dari karya - karya para nomine,  menunjukan bahwa generasi muda penulis telah hadir. "Ini membantah asumsi, penulis baru tak tumbuh menggembirakan," kata jurnalis Tempo ini. 

Dijelaskan oleh Iwan pula, para nomine tersebut masih akan diseleksi lagi untuk  untuk menentukan 1 puisi terbaik dan 3 puisi terpuji serta 1 cerpen terbaik dan 3 cerpen terpuji yang berhak mendapat penghargaan sastra Litera berupa trofi, piagam, buku, dan sejumlah uang tunai. 

Sedangkan para nomine lain yang tak masuk seleksi ulang tetap akan mendapat buku antologi yang berisi puisi dan cerpen para nominee tersebut beserta piagam. Adapun para pemenang akan diumumkan  pada acara puncak penghargaan sastera Litera yang rencana akan digelar pada tanggal 27 Juli 2018.
Berikut nama-nama unggulan tersebut berdasarkan abjad.
PARA NOMINE ANUGERAH LITERA 2018
PUISI:
  1. Alex R. Nainggolan (Longitude, Lattitude)
  2. Armen S. Doang (Palung Ingatan)
  3. Eddy Pranata PNP (Mematangkan Gemericik Usia)
  4. Eddy Pranata PNP (Menghilirkan Sesayat Sunyi)
  5. Fitriawan Nur Indrianto (Hamburg yang Kau Kirim Kepadaku)
  6. Fitriawan Nur Indrianto (Bawalah Aku Pulang ke Minangkabau)
  7. Iman Sembada (Ruang Belakang)
  8. Irma Agryanti (Dalam Kobaran Api)
  9. Irma Agryanti (Sebelum Malam ke Empat Puluh Empat)
  10. Kim Al Ghozali AM (Rimba)
  11. Kim Al Ghozali AM (Angin Pertama)
  12. Raedu Basha (Jalan Lora)
  13. Setia Naka Andrian (Kampung Kita)
  14. Setia Naka Andrian (Kalang dan Kehidupan Kecil)
  15. Surya Gemilang (Mobil Tua yang Resah)
  16. Tjahjono Widarmanto (Berdiri di Kelokan)
  17. Wahyu Gandi G (Arung Pancana Toa)
  18. Willy Ana (Jejak Bocah Rakhine)
  19. Willy Ana (Petuah Kampung)
  20. Zabidi Zay (Tak Ada Lagi yang Kau Punya)
CERPEN
  1. Armin Bell (Pentas Monolog di Penjara)
  2. Astrid A. Septaviani (Matahari)
  3. Elvan De Porres (Membayangkan Dalil Kehidupan)
  4. Fatah Anshori (Mencari Marlin Lain yang Pernah Memakan Bunga)
  5. Muhammad Gotansyah (Menjadi Burung Merpati)
  6. Nana Sastrawan (Suara Azan Musafir)
  7. Nufira S (Tetes Diorama Terakhir)
  8. Saliem Sabendino (Ajari Aku Menyanyi Indonesia Raya)
  9. Setiyo Bardono (Bidadari Pengecat Zebra Cross)
  10. Tjak S. Parlan (Jame dan Latifa)
  11. Zaenal Radar T. (Surat dari Malaikat)
  12. Zainul Muttaqin (Mencari Ibu)