Udara di Serpong Tercemar Lampau Ambang Batas

0
udara di Atas Batang Serpong 
CIPASERAWilayah Kecamatan Serpong, KotaTangsel polusi udara dinilai sudah sangat berbahaya. Sebab sudah lebih dari ambang batas toleransi.
Keadaan yang memprihatinkan tersebut diketahui dari hasil investigasi Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) sejak 2001 silam. Tingkat pencemaran udara di Kecamatab Serpong rata-rata mencapai 1,8 hingga 6 mikrogram per meter kubik, atau sekitar 30 kali lipat dari batasan dari organisasi kesehatan dunia,WHO, yakni hanya 0,2 mikrogram per meter kubik.
"Memang sudah sangat parah. WHO saja hanya membolehkan 0,2 saja," ungkap Direktur Eksekutif KPBB, Ahmad Safrudin, seusai Workshop Pengelolaan Daur Ulang Aki Bekas di Puspiptek Serpong, Tangsel, Senin (3/12/2018).
Ahmad selanjutnya menguraikan, pencamaran udara di Kecamatan Serpong karena berdekatan dengan  peleburan aki-aki bekas liar alias tak berizin. Ada 71 titik peleburan aki bekas. Di antaranya di Cinangka, Lebak Wangi, Parung Panjang, dan Cipondoh. Sedangkan untuk wilayah Kota Tangsel belum ditemukan adanya peleburan aki skala kecil.
"Jadi Serpong itu cuma daerah  yang terdampak saja ruang udaranya," ucapnya.
Setelah investigasi  KPBB berlangsung hingga pada 2004,  untuk menguatkan hasil investigasi itu,  2005 KPBB mengadakan koordinasi dengan  pihak lain, termasuk Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memiliki teknologi pengukur tingkat pencemaran udara di suatu wilayah.
"Berdasarkan analisa data meteorologi BMKG menguatkan investigasi kita, bahwa langit udara Serpong itu dikotori oleh zat-zat hasil peleburan aki bekas, timbal," papar Ahmad.
Masih menurut Ahmad, timbal atau timbel merupakan unsur kimia yang memiliki nomor atom 82 berlambang Pb. Efek akibat menghirup timbal hasil pembakaran aki bekas dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama otak dalam waktu tertentu. Rata - rata  para pekerja yang terlibat aktivitas peleburan aki bekas meninggal dalam usia muda, 30 hingga 40 tahun.
Dampak paling berisiko atas pencemaran udara  peleburan aki bekas radius   100 meter dari tempat peleburan. Jarak 20 kilometer tidak terlalu berisiko tinggi meskipun dampaknya masih berbahaya. 
Dampaknya yang nyata, mereka yang terpapar intelektualnya akan berkurang. IQ-nya bisa turun. Setidak-tidaknya dia mengalami kesulitan belajar, pertumbuhan otak bagi balita bisa terganggu, pertumbuhan janin dan balita bisa mengarah down syndrom, cacat mental dan bisa juga menjadi cacat fisik.
Timbal mengandung racun bagi tubuh manusia. Zat itu bisa masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi, bahkan juga melalui udara, debu maupun air yang terkontaminasi timbal. (Red/ts/sd)