Tangsel Student Carnival Dipuji Masyarakat dan Bikin Gembira Penonton

0

Walikota Foto Bersama dengan peserta
Cipasera -  Tangsel Student Carnival   yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel sepanjang di Pondok Aren memukau  ribuan hadirin. Bayangkan, sekira  seribu  siswa -siswi  se -Tangsel  yang dihias dengan aneka ragam busana Nusantara,  pawai mengular terlihat  memesona. Ada kelompok anak - anak dengan atribut kuda lumping, sementara kelompok lain tampil dengan busana Jawa yang diberi sentuhan atribut menyerupai burung, juga demikian dari busana dari Sumatera yang unik dan etnik.

"Saya baru lihat ada pawai seperti ini. Sangat menarik. Aneka busana nusantara. Ini seperti peragaan busana nusantara massal," kata Dina, pengunjubg dari Bintaro.

Salah satu kreasi menarik dari siswa

Bukan hanya Dina yang tampak gembira menikmati tapi juga serombongan komunitas sepeda BSD. "Kami tidak tahu kalau ada pawai busana Tangsel Student Carnival. Kami kebetulan lewat sini. Amazing...keren banget," kata Yeni Farida, anggota komunitas sepeda BHF. " Acara bagus, tahun depan mesti diadakan lagi."

Kegembiraan juga terpancar dari Walikota Tangsel Airin Rachmi Dhiany yang hadir di panggung dan banyak menyapa peserta.  Senyuman pun tersungging tiap peserta lewat di depannya. Sambil melambaikan tangan, Airin memberi semangat peserta.

"Acara Tangsel Student Carnival ini sangat bagus untuk anak - anak dan para siswa mengenal budaya daerah yang unik dan khas," kata Airin, Minggu, 24/11/2019

Sementara menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel Taryono,  kegiatan ini merupakan rangkaian  kegiatan HUT Tangsel Ke 11 dan  bertujuan untuk memperkenalkan, menanamkan nilai-nilai seni dan budaya Nasional.

"Seni dan budaya nasional ini pada gilirannya akan berpengaruh dalam pembangunan generasi cerdas dan berkarakter," kata Taryono.

Taryono menambahkan, gagasan Tangsel Student Carnival ini muncul dua tahun lalu. Dindikbud Tangsel ingin memberi ruang kepada anak didik untuk berekpresi dan berkreasi. "Kreatifitas perlu kita dorong agar para siswa menghasilkan karya yang baik," ujar Taryono.

Kabid kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan Iis Nur Asih mengatakan, Tangsel Student Carnival 2019  diikuti 1000 peserta yang berasal dari sekolah tingkat TK, SD, SMP, PKBM serta komunitas dan sanggar seni budaya. "Peserta menampilkan kostum terbaiknya yang kemudian dilakukan penilaian," ujar Iis.



Dijelaskan oleh Iis, kegiatan ini bertujuan melestarikan dan memperkenalkan seni budaya kepada pelajar. Terlebih pelajar sebagai generasi penerus bangsa jangan sampai tergerus oleh perkembangan teknologi seperti penggunaan gadget dan lainnya.

"Pelajar harus mengenal sejarah kebudayaan dan mengenali keberagaman budaya di Indonesia," ujarnya.

Dikatakannya, kegiatan Tangsel Student Carnival 2019 ini sejalan dengan program budaya di Kemendikbud dan amanah Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan dimana terdapat bunyi melestarikan membina dan mengembangkan kebudayaan.

"Pemkot Tangsel berkomitmen menjalankan program dan amanah Undang-undang dalam rangka melestarikan kebudayaan," pungkasnya (adv)