Gubernur Banten Turun Tangan Kasus Ijazah. Aparat Tangsel Dipertanyakan

      Ayah dan ibu Zulfikar.


 Cipasera - Enci  - Saniah  kini bisa tersenyum lega. Pasangan  yang tinggal tak jauh dari  kolong  Tol Pamulang  ini akhirnya mendapat pertolongan.  Ijazah SMK Al-Hidayah Ciputat milik  Zulfikar, anaknya diserahkan pihak sekolah,  setelah  Gubernur Banten turun tangan melalui aparatnya, Rabu, 27/8/2025.

Penyerahan  ijazah Zulfikar  dilakukan setelah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banten mendatangi SMK Al Hidayah.  Tak hanya itu,  rombongan dari Pemprov Banten  turut mengunjungi rumah Zulfikar dan menemui kedua orang tuanya, Enci (65) dan Saniah (52).

Kunjungan aparat Pemda Banten tersebut bikin terharu Saniah, ibu Zulfikar. Ia tak mampu menahan air mata saat ijazah anaknya resmi diterima. Baginya, ijazah tersebut merupakan tumpuan harapan bagi anaknya  di  masa depan.

“Saya senang sekali, ijazah anak saya bisa diambil. Semua karena bantuan Pak Gubernur. Saya juga mendapat sembako. Terima kasih ya Allah,” kata  Saniah dengan mata berkaca - kaca. 

Turun tangannya Gubernur Banten menyelesaikan persoalan ijazah Zulfikar, menjadi tamparan bagi Pemkot Tangerang Selatan. Sebab aparat Pemkot seperti tak punya kepedulian terhadap kasus ijazah Zulfikar. Padahal masalah tersebut sudah mencuat jadi sorotan  media massa. 

"Banyak orang heran, masalah sepele seperti itu gubernur mesti turun tangan. Aparat Tangsel harusnya malu. Mereka seperti tak punya kepedulian pada warganya, " kata Pemerhati Pendidikan Nova Darmanto. 

Nova yang juga dosen politeknik ini mengakui, bahwa SMK merupakan domain Pempro Banten, namun setidaknya Pemkot Tangsel mestinya cepat tanggap. Apalagi masalahnya sangat sepele, ijazah Zulfikar ditahan sekolah lantaran belum melunasi administrasi sekira Rp 2 juta. 

Ketidakpedulian aparat Tangsel, tambah Nova sangat ironi dengan program Walikota Tangsel, inovatif dan kreatif dalam pelayanan. "Pak Wali punya program bagus yang setiap saat disosialisasikan. Tapi implementasi di lapangan tak berjalan. Mereka merasa karena bukan domainnya, jadi hilang kepedulian. Mereka terpatok cara berfikirnya yang dangkal. Tak melihat Zulfikar  dari sisi eksitensi sebagai warga Tangsrl," pungkas Nova.

      Ijazah Zulfikar diserahkan.


Seperti diketahui, media di Tangsel ramai menyorot ditahannya ijazah Zulfikar di SMK Al Hidayah Ciputat.  Hal itu karena Zulfikar belum menyelesaikan tunggakan uang sekolah sekira Rp 2 juta. Zulfikar memang dari keluarga tak mampu, yang tinggal di gubuk. Dan sorotan media tak direspon solutif oleh aparat Tangsel. Justru Gubernurlah yang membereskan. (Red/T)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel