Cilegon Dilanda Banjir Sejak Jum'at, Sebagian Pemukiman Butuh Pompa Air
Cipasera - Hingga Sabtu, 3/1/2026 siang, sebagian Kota Cilegon, Banten masih direndam. Yang paling banyak terdampak, banjir merendam sebagian komplek perumahan.
Sejumlah intansi seperti BPBD Cilegon, TNI dan Aparat Pemkot Cilegon turun menangani banjir. Tak terkecuali kepolisian. Kapolda Banten Irjen Hengky mengintruksikan anak buahnya untuk mengerahkan pompa air untuk menyedot air.
Instruksi Kapolda tersebut dikatakan saat membagikan bantuan makanan kepada para korban terdampak di Lingkungan Sambirata, Kelurahan Cibeber, Kota Cilegon, pada Sabtu, 3/1/2026.
"Kita memantau sekitar 68 rumah masih terendam banjir di lokasi ini, dengan ketinggian air cukup tinggi, 80 cm," kata Hengki.
Hengky menanbahkan, pengerahan mesin pompa penyedot air menjadi langkah mendesak agar genangan air dapat segera surut sehingga aktivitas warga bisa kembali normal.
Selain itu, untuk membuang air ke sungai, polisi menyiaapkan peralatan seperti perahu karet guna membantu mobilitas dan evakuasi warga yang membutuhkan.
Seorang warga Sambirata, yang terdampak mengatakan, ia merasa agak sedih karena banjir kali lebih besar dan airnya lebih tinggi. Saat banjir sudah mulai datang Jumat (2/1) sore ia tak ada persiapan. Hal itu akibat curah hujan dengan intensitas tinggi.
"Air sungai tiba - tiba meluap masuk ke permukiman. Gak keburu menyelamatkan barang- baran elektronik. Rugi saya besar," kata Darsa.
Dasa berharap, banjir segera surut agar keluarganya bisa aktivitas seperti biasanya. (Red/t)
