SDN Bangkuyung 2 Pandeglang Rusak Berat. Orang Tua Khawatir Keselamatan Anak
Perpustaan yang ambruk didepan sekolahan
Cipasera - Di tengah gegap gempita pembangunan infrastruktur di Prov Banten, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bangkuyung 2 di Kab Pandeglang justru memprihatinkan. Sekolahan rusak sejak 10 tak pernah diperbaiki. Akibatnya kerusakan semakin parah dan murid berkurang drastis.
Dari keterangan Kepala Sekolah SDN Bangkuyung 2, kerusakan parah tersebut meliputi enam ruang kelas dan satu bangunan perpustakaan ambruk. Kondisi bangunan yang rusak dan tak layak untuk kegiatan belajar mengajar.
Dengan kondisi darurat tersebut terpaksa para guru menggabungkan rombongan belajar, siswa kelas 2 dan kelas 3 dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) di dalam satu ruangan yang sama.
Tidak hanya itu, minimnya fasilitas membuat sebagian siswa terpaksa sebagian belajar dengan kondisi seadanya, harus duduk lesehan atau tiduran di lantai kelas. Selain itu, jika hujan turun, KBM kerap terhenti karena atap yang bocor, sehingga guru harus segera mengevakuasi para siswa ke dua ruangan yang dirasa masih cukup aman.
Dengan kondisi memprihatinkan tersebut, jumlah siswa menurun drastis. Para orang tua murid takut menyekolahkan ke SDN Bangkuyung 2. Mereka khawstir terhadap keselamatan anak - anak mereka.
"Kami takut pak anak saya tertimpa kayu kalau sekolah di situ. Makanya kami pindahkan ke sekolah lain," kata Deden, orang tua murid.
Hal sama juga diungkapkan Abdid, orang tua murid kelas 3 di SDN 2 Bangkuyung.
Hal itu dibenarkan oleh Rohayati. Bahwa rata- rata orang tua murid khawatir dan itu manusiawi.
"Jumlah siswa tahun ini mengalami penurunan, tersisa 40 anak. Orang tua merasa khawatir dan takut dengan kondisi bangunan yang seperti ini, sehingga banyak anak yang sudah sekolah di sini dipindah ke sekolah lain," kata Rohayati seperti disitat Antara, Rabu 26/8/26.
Meski dihadapkan pada situasi yang tidak ideal, Rohayati menegaskan bahwa semangat para siswa untuk mengenyam pendidikan tidak pernah surut. Untuk itu ia berharap Pemerintah Daerah maupun dinas terkait dapat segera memberikan bantuan perbaikan fisik bangunan. (Red/t/ant)