Ditemukan Banyak Kasus Kesehatan Mental dan Depresi di Tangsel
Cipasera – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) kali ini dilangsungkan di Pondok Aren dan ditinjau Gubernur Banten Andra Soni, Senin 1/9/2026.
Dalam kesempatan itu, Andra Soni mengajak masyarakat memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi kesehatan dan potensi risiko penyakit.
“Jadi yang penting masyarakatnya tahu bahwa mereka punya potensi atau risiko penyakit, misal diabetes atau virus. Silakan nanti bisa berkonsultasi lebih lanjut di puskesmas atau fasilitas yang ada di Banten,” tuturnya.
Melalui pemeriksaan tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih dini sehingga dapat segera melakukan konsultasi dan mendapatkan penanganan di puskesmas maupun fasilitas kesehatan yang tersedia.
Sementara Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, sampai dengan hari ini (Senin 1/9/26) sudah 53 persen dari jumlah sasaran di Tangerang Selatan yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan gratis.
Capaian tersebut meningkat dibandingkan 24 Agustus 2026 yang berada di kisaran 48 persen. Pemerintah Kota Tangerang Selatan menargetkan cakupan pemeriksaan terus meningkat hingga mencapai 100 persen.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, hipertensi dan diabetes menjadi sejumlah temuan yang cukup menonjol di masyarakat. Kedua penyakit tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat memicu berbagai komplikasi apabila tidak diketahui dan ditangani sejak dini.
Selain itu, pemeriksaan juga menemukan sejumlah kasus gangguan kesehatan mental, termasuk depresi.
Untuk memastikan masyarakat mendapatkan penanganan lanjutan, Pemerintah telah menyiapkan fasilitas kesehatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat berdasarkan hasil pemeriksaan CKG.
Masyarakat dapat melanjutkan pemeriksaan maupun konsultasi kesehatan di puskesmas, rumah sakit, serta fasilitas kesehatan lainnya sesuai dengan kebutuhan.
“Kita persiapkan di rumah sakit dan di puskesmas kita. UHC, BPJS Kesehatan sudah meng-cover 99 persen, jadi tinggal nanti masyarakat datang ke puskesmas atau nanti konsultasi melalui bidang sehat premium," kata Benyamin, Senin 1/8/2026.
Dari catatan CKG, sebetulnya banyak ditemukan kasus kesehatan mental dan depresi. "Cukup banyak, ya di tiap wilayah ada. Maaf saya tak bisa menyebutkan jumlahnya. Tapi banyak," ucap seorang tenaga medis ini. "Kemungkinan kasus dikarena situasi ekonomi." (Red/t)
