Wamen Komdigi: Lima Wartawan Sebelum Hilang Sempat Terdeteksi Sekitar P.Sebesi

Lima jurnalis yang masih dicari. (Foto: Ist)
Cipasera - Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria mendatangi Posko Gabungan SAR, Carita, Pandeglang ikut memantau hilangnya lima jurnalis dan tiga kru kapal dan belum ditemukan, Sabtu 12/9/2026.
Menurut Nezar, jejak lima jurnalis dan tiga kru kapal sempat terdeteksi di sekitar Pulau Sebesi, 7/9/2926.
Pada beberapa hari sebelumnya, TIM SAR Gabungan juga telah memperluas area pencarian meski cuaca dan ombak besar tak bersahabat. Setidaknya 13 kapal diterjunkan untuk melakukan pencarian di sekitar laut dekat Gunung Anak Krakatau.
Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, di Posko Gabungan SAR, Carita, Pandeglang, pihaknya telah cukup banyak menggunakan alat utama pencarian dengan personel 300 orang.
"Kalau untuk personel yang terlibat secara keseluruhan 300. 300 lebih itu sudah termasuk yang ada di posko," ungkap Al Amrad, di Posko Gabungan SAR, Carita, Pandeglang, Kamis, 10/9/2026.
Amrad juga bertekad semua upaya akan ditempuh untuk menyisir jejak para korban hingga ditemukan. Dan dalam pencarian, semua sektor berpatokan pada data BMKG.
Sementara, Wamenkomdigi Nezar menegaskan, lokasi terakhir lima jurnalis dan tiga kru kapal sempat terdeteksi sebelum dinyatakan hilang saat melakukan peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau. Mereka terdeteksi berada di Pulau Sebesi pada 7 September.
"Seperti kita ketahui terakhir data yang terima adalah kontak terakhir pada tanggal 7 September, berada di Pulau Sebesi, kita terus memantau terus mencari," ujar Nezar kepada wartawan, Sabtu 12/9/2026.
Nezar mengatakan, Komdigi sudah melakukan koordinasi dengan tiga operator selular untuk terus mendeteksi titik koordinat para korban. Hingga saat ini, titik koordinat hanya terpantau di Pulau Sebesi.
Sejak awal berita hilangnya para jurnalis dan awak kapal, Komdigi berkoordinasi dengan tiga operator selular, semua mendeteksi BTS yang ada di seputaran Selat Sunda baik yang ada di Banten maupun yang ada di Lampung melalui balai monitoring. Pihaknya terus melakukan pengecekan kalau ada sinyal-sinyal yang tertangkap. (Red/dtk/kmp)