Sekda Tangsel Dilelang, Dadang Sofyan diunggulkan

0


Dadang   memagang mix. Saat dalam suatu acara bersama Airin.

Dadang Sofyan, Kepala BP2T  dan Sukanta, Kadis Hubkominfo Kota Tangsel diharap terpilih menjadi Sekda Kota Tangsel. Sebab kedua orang tersebut memiliki managerial yang bagus dan telah membuktikan bekerja dengan baik di lembaga yang sekarang dipimpinnya.

“BP2T sekarang berkembang sangat bagus dalam hal pelayanan. Dengan bagusnya kinerja, BP2T telah ikut menyumbang PAD cukup besar, sekitar Rp 5 miliar,” kata pegawai Pemkot Tangsel yang mengaku bernama Sururi  kepada cipasera.com. “Kami di kantor  ‘taruhan’ siapa yang bakal terpilih menjadi Sekda? Yg milih Pak Dadang 15 orang, Sukanta  3 dan Muhamad 2. “

Sururi yang bekerja di sebuah kedinasn di Kota Tangsel  ini menyakini, kalau Dadang Sofyan  terpilih managemen Pemkot akan makin baik. Satu dinas dan dinas lain bisa bersinergi  lebih baik. “Tapi kan kadang-kadang harapan orang kecil, beda pilihan dengan para pejabat,” ujar Sururi.

Tak hanya di kantor dinas, sejumlah pegawai yang diminta pendapatnya oleh cipasera.com, Jumat  ( 15/10), juga mengatakan hal yang sama. “Perkiraan saya, kalau bukan Pak Dadang, ya Pak Sukanta yang tampil. Dua orang ini cukup sigap dan jago managemen. Dan punya wibawa,” kata Ahmad.

Mantan tenaga pendidik ini menambahkan, “Dadang lebih top. Orangnya tak banyak bicara tapi pekerja keras.Tapi siapapun yang terilih kami tetap menerima. PNS itu bukan politik. Jadi kita terima apa yang sudah diputuskan oleh atasan.”

Mengapa Muhamad kurang mendapat “pendukung”? Sejumlah pegawai Pemkot  mengatakan, tak mau berkomentar. Mungkin  karena Muhamad kurang popular, terlalu kalem.  “Mungkin terlalu kalem hehehe….Kalau bagus mah tetap bagus,” kata Jazul, TKS (tenaga kerja sukarela).

Seperti kita ketahui, BKPPD Kota Tangsel menggelar “lelang”  jabatan Sekda. Pendaftaran sudah ditutup dan hasilnya  Dadang Sofyan, Sukanta dan Muhamad lolos seleksi administrasi. Dan mereka akan mengikuti test-test berikutnya. Kabarnya,  Lelang jabatan ini memakan biaya Rp 412 miliar. Fantastik. (Ts)