SMK/SMA Tangsel Diserahkan Ke Provinsi, Staf Dinas Tak Ada Kerjaan

0

SMK Muhamadyah Tangsel, masuk provinsi

  
Setelah kewenangan dan pengelolaan SMA dan SMK Kota Tangsel diserahkan ke Kanwil Pendidikan Povinsi Banten 2 Oktober lalu, seluruh staf bidang Pendikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Tangsel tak ada yang dikerjakan. Meskipun demikian, mereka tetap masuk kantor meski tak ada yang dikejakan.

“Aturannya memang staf fungsional tak ikut diserahkan ke provinsi.  Jadi ya kami menunggu sampai terbentuk dan disyahkan  struktur organisasi yang baru. Sementara  kami tak tahu struktur yang baru kapan disyahkan,” kata Ruslan, Kasi SMK Dindik Kota Tangsel. “Sesuai peraturan, kami sekarang  tak punya kewenangan apa –apa.  Untuk bikin surat dinas  pun tak diperbolehkan. Kami ngantor karena kewajiban dan siapa tahu atasan memerlukan.”

Menurut  Ruslan,  staf bagian Dikmen ada 12 orang. Enam putra dan sisanya putri. Kepala Bidang dijabat oleh Sridoyo, Kasi SMA oleh Muslim dan Kasi SMK Ruslan. “Ya kami sekarang begini. Kalau ada yang Tanya ini itu kami jawab. Tapi kami  sudah tak punya kewenangan apa-apa,” tegas  Ruslan. “Kalau ditanya, gambarannya seperti apa SMK nanti,  kami tidak tahu. Sekarang yang punya program provinsi.”

Sesuai Undang-Undang,  untuk pendidikan tingkat SMA dan SMK,  pengelolaan  ada di provinsi.  Dindik Kota dan Kabupaten hanya berwenang mengelola PAUD, TK,  SD dan SMP. Di Tangsel SMK, SMA Negeri dan swasta jumlahnya sekitar 150 sekolah.
Untuk  SMK dan SMA Negeri,  asset tanah dan bangunan serta tenaga pendidiknya diserahkan ke provinsi. Demikian pula kebijakannya.

“Yang jadi pertanyaan para pendidik, apakah kebijakan BOSDA yang selama ini meringankan siswa, juga dicover provinsi? “ Tanya Ariyanto,  pengajar SMK  Nusantara. “Kalau tidak, kasihan para murid, biayanya akan tinggi.”   

"Moga -moga di tangan provinsi tambah bagus SMK dan SMA di Tangsel. Kalau penerimaan murid baru tidak main sogok, seperti terjadi di SMK 1. Masuk lewat 'pintu belakang' bayar Rp 10 juta. Mestinya kepala sekolahnya diganti tuh..." kata Bambang, wali murid  sebuah SMK.  (Ts)