10 koper Duit Disita dari Ruangan Dirjen Artonius TB. KPK Belum Umumkan Statusnya

0
Artonius Tonny Bu di ini sedang diperiksa.

Cipasera.com - Diperkirakan uang yang disita dari ruangan Dirjenhubla Antonius Tony Budiono sekitar Rp 12 miliar. Perkiraan tersebut berdasarkan hasil Penyidik Komisi 

Pemberantasan korupsi  yang berhasil membawa 10 tas berisi uang saat operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan suap di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta, Rabu (24/8/2017).  

"Kalau tiap tas berisi Rp 1,2 miliar berarti ada Rp 12 miliar," bisik wartawan saat  Juru Bicara KPK Febri Diansyah memberi keterangan kepada wartawan. 

"Uangnya sedang dihitung. Uang itu nanti akan jadi alat bukti . Uang itu  antara lain berupa dolar Amerika Serikat, dolar Singapura, rupiah dan mata  uang asing lainya. Ada 10 tas yang penuh berisi uang," ungkap Febri kepada wartawan Kamis (24/8/2017)

Selain menyegel ruangan dan menyita alat bukti uang, KPK juga menangkap Direktur Jenderal Perhubungan Laut , Rabu (23/8) malam. Dirjen yang ditangkap diduga kuat adalah Dirjen Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono. Tapi hingga Kamis pukul 19.00, KPK belum mengumumkan status Antonius.

"Secara peraturan pemeriksaan dilakukan 24.00 jam," kata Febri. Lantas siapakah Antonius Tonny Budiono
?

A. Tonny Budiono. Lahir di Pekalongan, 13 Juli tahun 1958. Merupakan alumni dari SD Kanisius Cungkuk II Salatiga pada tahun 1970, SMP Pangudi Luhur Salatiga Tahun 1973, SMA Negeri Salatiga Tahun 1976, S1 Teknik Geodesi UGM Yogyakarta dan S2 Manajemen Pemasaran Univ. Pancasila.

 Antonius sebelum menjabat Dirjen Hubla pernah menjabat di beberapa bidang seperti, Staf Ditnav Ditjen Perhubungan Laut pada tahun 1986, Kepala Seksi Pengamatan Laut Tahun 1988, Kasubdit Bina sarana dan Prasarana Tahun 1988, Kepala BTKP tahun 2002, Kasub Direktorat Sarana & PRASARANa tahun 2007.


Selain itu, Kepala Disnav Klas I Surabaya Tahun 2009, Kadisnav Klas I Samarinda Tahun 2010, Direktur Kenavigasian Tahun 2012, Direktur Pelabuhan dan Pengerukan Tahun 2015, Staf Ahli Bidang Logistik,Multimoda dan Keselamatan Perhubungan Tahun 2015.


Setahun kemudian diangkat jadi Direktur Jenderal Perhubungan Laut. Ia pernah mendapat penghargaan Satya Lancana Karya Satya 10 Tahunsatya Lencana Karya Satya 10 Tahun Tahun 2000 dan Satya Lancana Karya Satya 10 Tahunsatya Lencana Karya Satya 20 Tahun Tahun 2007. (Red/ts/kemhub)