Fatwa Haram Ke Israel Ide Bagus. MUI Mestinya Setuju

0
Ironi, bangsa Indonesia mendukung Palestina tapi Sekjen NU malah berjabat tangan dengan  Presiden Israel.(foto: Ist)
Cipasera - Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin menanggapi usulan Wakil Ketua DPR - RI Fahri Hamzah agar MUI membuat fatwa haram ke Israel supaya kasus Yahya Staquf tak terulang lagi. Sebab Indonesia adalah negara pendukung kemerdekaan Palestina. 

Menurut Ma'ruf, untuk buat fatwa haram harus ada pelaporan. Kedua, harus ada namanya muasabahnya, artinya ada relevansinya orang pergi ke Israel dengan  fatwa itu? Artinya orang pergi ke Israel itu wilayah fatwa atau bukan, itu harus Didiskusikan.

Ma'ruf menuturkan,  kunjungan WNI muslim ke Israel belum tentu wilayahnya MUI. Dia menguraikan, usulan Fahri belum bisa langsung diterapkan.

"Bentuk peringatan itu, ada rekomendasi, tausyiah dan  fatwa. Jadi lihat apakah yang tepat dengan fatwa, imbauan, atau dengan rekomendasi. Apa itu ada wilayahnya MUI, gitu loh," kata Ma'ruf

Seperti diketahui, Fahri Hamzah mengusulkan Fahri kepada MUI untuk mengeluarkan fatwa larangan bagi seorang muslim, khususnya muslim di Indonesia untuk datang ke wilayah Israel karena beberapa alasan. Supaya kejadian seperti kunjungan Sekjen PB NU Yahya Cholil Staquf tak terjadi lagi.

"Untuk menghindari terjadinya peristiwa yang sama, MUI perlu mengeluarkan fatwa haram mengunjungi Israel. Sebab, itu melanggar komitmen kebangsaan kita untuk memerdekakan Palestina," kata Fahri lewat pesan singkatnya yang diterima wartawan, Kamis (14/6/2018).

Menurut Fahri, Indonesia mendukung sepenuhnya kemerdekaan Palestina. Tindakan Israel terhadap Palestina juga tak diterima Fahri. Setiap hari mereka (Israel) melakukan kejahatan dan melakukan penjajahan dan penindasan.

Lepas dari itu, masyarakat menilai usulan Fatwa haram ke Israel ide bagus.  "MUI mestinya mengakomodir. Sebab manfaatnya lebih banyak ketimbang mudharatnya," Junaedy, warga Pondok Aren, Tangsel.(Red/ts/dtk)