Misteri Nining, Muncul Setelah 18 Bulan Hilang Digulung Ombak

0

 
Nining masih terbaring di rumahnya (foto: Ist)

Cipasera – Boleh percaya boleh tidak. Tapi inilah yang terjadi. Nining (52) warga Cibunar, Desa Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi ditemukan segar bugar setelah dinyatakan hilang digulung ombak 15 bulan lalu.  Sontak ditemukannya  Nining bikin heboh warga desa Pangrangro,desa  tempat Nining tinggal. Warga pun berdatangan ke rumah Nining ingin membuktikan sendiri, keadaan yang sbenarnya..

Ternyata  Nining memang benar  ditemukan  keluarganya di Pantai Citepus Il-Istiqomah, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dini hari Sabtu (30/6).Padahal Nining sudah dinyatakan hilang digulung ombak oleh keluarganya dan  pihak mengelola pantai  di Pantai Citepus  09.00 WIB, Minggu (8/1/2017).

Alhasil Ketua Tim Search And Rescue Daerah (Sarda) Kabupaten Sukabumi, Okih Pajri mengaku kaget,  saat mendapat informasi Nining  ditemukan di lokasi tak jauh dari tempatnya ia   hilang tenggelam.  Okih pun langsung ke RSUD Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk mengecek kebenarannya.

“Memang mengherankan. Kondisi badan sehat  tapi tatapannya kosong. Dokter juga bingung karena kondisi badannya sehat. Tinggal nanti dicek lanjut,” papar Okih kepada wartawan  Minggu (1/7).
Okih kemudian menuturkan,  dahulu  saat  Nining dikabarkan hilang, Tim SAR gabungan pun melakukan pencarian selama tujuh hari sesuai Standar Operasional Prosedural (SOP). Sejumlah keterangan dikumpulkan. Saksi anak dan cucunya pun dimintai keterangan..

Hingga hari ke 13 Nining belum ditemukan. Tapi esoknya,  warga menemukan jenazah yang kondisinya sudah rusak dan langsung dievakuasi Tim Sarda Kabupaten Sukabumi. Tapi setelah keluarganya melihat jenasah,  tidak  mau mengakui. Alasannya postur tubuh jenazah  yang ditemukan lebih kecil. Sedangkan  Nining lebih tinggi. 

“Jari jenazah lancip sedangkan Bu Nining buntet, Jenazah juga sempat dites DNA. Tapi keluarga Nining tidak pernah menerima hasilnya. Akhirnya, jenazah yang ditemukan  dimakamkan pihak rumah sakit,” tutur Okih. 

Meyakini jika Nining masih hidup.
Meski dinyatakan hilang, tapi sebagian besar keluarga  Nining merasa yakin jika  Nining masih hidup dan suatu saat akan pulang dengan kondisi sehat walafiat. Dan beberapa hari sebelum Nining ditemukan, pamannya, Jejen (68)   punya firasat mimpi. Lantas  keluarganya keluarga mendatangi tempat kejadian musibah (TKM) berdasarkan firasat  mimpi sang pamannya.

“Menurut  mimpinya Pak Jejen, Bu Nining minta dijemput di pantai yang saat itu ia tenggelam (Pantai Citepus Kebonkalapa), lantas  keluarganya kesana,”  kata Okih.

Dengan penuh harap, keluarganya pun datang ke Pantai Citepus Kebonkalapa dan melakukan pencarian. 

Tak disangka. Menurut adiknya,  Nining ditemukan tengah malam di Pantai Citepus Al-Istiqomah tepat dekat Tower pantauan Lifeguard. Saat ditemukan  Nining  dalam posisi  tidur miring dengan kondisi badan basah dan penuh pasir.

Saat  Nining dievakuasi, keluarga  Nining melihat beberapa orang yang sedang bermain di pantai dan ada juga yang sedang bakar ikan menggunakan api ungun. Anehnya, mereka  tidak ada respon apapun. Bahkan ketika   Nining dibopong keluarganya. Dan pihak keluarga pun langsung membawa ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi.

Bu Nining kini terbaring di rumah. Tubuhnya sehat. Tapi belum bicara. Tetangganya pun silih berganti menjenguknya. Dan mendoakan, semoga Bu Nining cepat sehat seperti semula. (RED/ts/RS)