PWI Jaya Bareng Axiata Bikin Workshop Jurnalistik di SMA Tangsel

0

Cipto sedang memaparkan materi (Foto : TW)
Cipasera- Perkembangan pengguna   internet sangat menakjubkan disini. Dalam segi jumlah, lembaga riset pasar e-Marketer menyebut, populasi netter tanah air mencapai 83,7 juta orang pada 2014. Tahun 2017 meningkat menjadi 112,6 juta. Setahun kemudian, tercatat 123 juta.

Dengan jumlah   pengguna internet yang cukup besar,   produk informasi pun melonjak tajam jumlahnya. Tak terkecuali informasi yg mengandung negatif atau hoax. Seperti marak tahun- tahun belakangan ini. 

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya (Jakarta) yang menaungi para jurnalis dari berbagai media, merasa terpanggil untuk ikut menangkal berita atau konten-konten hoax lainnya di media digital, dengan cara mengadakan  workshop jurnalistik. 

Workshop diadakan SMA Neg 4, Pondok Ranji Tangsel  bekerjasama dengan  PT. XL Axiata, Polres Tangerang Selatan, Jumat, 15/2/2017

Workshop yang diikuti oleh sekira 100 siswa ini  menghadirkan pembicara Cipto Rustianto (XL Axiata), Kesit B. Handoyo (PWI Jaya), Iqbal Irsyad (PWI Jaya), John Paul Ivan (Musisi) dan Diah Ayu Lestari (Finalis Putri Indonesia) dan Kompol Arman S.I.K Msi.

Dalam keterangannya, Irish Riswoyo, Ketua Sie Musik PWI Jaya mengatakan, Workshop  jurnalistik  bagi generasi milenial semacam ini  sangat penting.  Selain bisa untuk  menangkal hal negatif, ada sisi plus-nya, bisa juga memberi ilmu membuat konten digital yang bagus, untuk   mendatangkan uang. 

Sementara Corporate Communications XL Axiata Cipto Rustianto dalam ceramahnya mengatakan, pentingnya berinternet secara bijak dan sehat.

" Kalian semua para generasi milenial ini pada tahun 2030 hingga tahun 2040 nanti akan menggenggam kepemimpinan bangsa ini. Oleh karena itu jangan sampai terjebak dengan bermedia sosial yang negatif. Sebab konten di medsos Anda  akan berpengaruh terhadap   nasib ke depan,"kata Cipto penuh semangat.  "Jangan lupa,  ketika akan  melamar pekerjaan di suatu perusahaan, rekam jejak medsos juga berpengaruh. Jadi hati-hati dengan konten di medsos yang kalian punya."

Cipto menambahkan, untuk itu, agar tak sesat, pelatihan ini sangat penting bagi Anda.  Manfaatnya selain akan menambah ilmu pengetahuan ? Informasi positif juga dapat   berguna untuk meminimalisir penyebaran berita Hoax atau ujaran kebencian melalui akun media sosial. 

Sementara, Waka Polres Tangsel AKBP Arman SiK MSi menyatakan,  dengan adanya kegiatan ini, para siswa SMA diberitahu  tentang bahayanya berita hoax, dan bisa mengenali,  kemudian tidak menyebarkan berita hoak dan ujaran kebencian. 

Dan Arman mengapresiasi workshop jurnalistik  yang diadakan PWI. "Saya lihat  mereka serius mengikuti jalannya workshop hingga akhir kegiatan.  Para siswa betul-betul ingin tahu tentang materi-materi  yang akan disampaikan para nara sumber seputar bahayanya menyebarkan berita hoax. Mudah mudahan acara seperti ini diikuti oleh SMA lain," pungkasnya. (red/*)