Partisipasi Masyarakat Tangsel di Pemilu 2019 Naik 5%

0

SPBU pun dijadikan TPS di Jl Raya Jombang, Ciputat (Foto: TW)

Cipasera
- Tingkat partisipasi masyarakat Tangsel di pilpres dan pileg serentak 2019 ini mencapai 70 persen atau naik sebesar 5 persen. Sebelumnya pada  2014,  65 persen.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie memberikan apresiasi kepada masyarakat Kota Tangsel yang telah menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu 2019 lalu untuk Pilpres dan DPR  Tingkat Kota Tangsel DPRD Provinsi Banten, DPD, dan DPR RI hingga Presiden.

Davnie menilai, tingkat Partisipasi pilpres dan pileg serentak 2019 ini mencapai 70 persen atau naik sebesar 5 persen. Sebelumnya 2014 pada angka 65 persen.

“Kami melihat tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu kemarin mencapai 70%. Ini meningkat dari tahun 2014 yang sebesar 65%,” kata Benyamin, Senin, 22/4/2019.

Meningkatnya partisipasipasi  sejalan dengan stabilitas pelaksanaan pemilu sehingga  berjalan  kondusif, tidak ada hal-hal yang menonjol dan membuat kegaduhan. Tentu ini mengindikasikan ke arah demokrasi masyarakat Indonesia khususnya Tangsel cukup bagus. semua sadar bahwa stabilitas keamanan menjadi prioritas utama di samping dalam pemilihan demokrasi.

“Jalannya pemilu kemarin dari ukuran teknis penyelenggaraan telah berlangsung aman, lancar dan relatif tidak ada gangguan berarti,” tambah Davnie

DPT Tangsel Pemilu tahun 2019 ini mencapai 948.571 dengan jumlah TPS mencapai 3.819 terbagi di 54 kelurahan, 7 kecamatan.

KPU Divisi Teknis Achmad Mudjahid Zein menyatakan tingkat partisipasi mayarakat akan melihat hasil catatan di tingkat kecamatan. Namun jika dilihat dari gelora masyarakat pemilu tahun ini jauh berbeda dari sebelumnya.

“Kalau partisipasi ini bicara angka. Saya belum dapat pastikan, karena kita belum rekap. Kalau sudah ada rekap ditingkat kecamatan baru kita bisa lihat berapa jumlah partisipasi. Secara subjektif animonya meningkat,”  ujarnya (red/HMS)