Diperkiran Di Tangsel Ada 2000 Orang Dengan Gangguan Jiwa

0

Ilustrasi, model pasungan.
Cipasera -  Di Kota Tangsel, diperkirakan ada sekira 2000 warga yang menyandang ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) dengan berbagai tingkatan. Guna menangani hal tersebut diperlukan peran masyarakat. Untuk itu Dinkes Tangerang Selatan melakukan sosialisasi penanganan ODGJ.

Plt Kadinkes Tangsel Deden Deni mengatakan,  dengan  sosialisasi penanganan ODGJ,   kader kesehatan akan dilatih dan diinformasikan mengenai penanganan yang harus dilakukan jika ada ODGJ di lingkungannya.

”Caranya, jangan dipasung Bu. Karena mereka juga manusia. Sama seperti kita. Harus ada penangannya. Jadi, saya harap dengan kegiatan ini, masyarakat bisa tahu, apa langkah langkah yang harus diambil  saat menemukan ODGJ  di lingkungan kita, ” kata Deni, Kamis 24/10/2019

Deni memaparkan,  data ODGJ di Tangsel saat ini mencapai 89 orang tapi  diperkirakan jumlahnya lebih besar, yakni sekira 2.000 ODGJ.

 ”Tingkatan ODGJ kan beragam ada yang ringan ada juga yang berat. Jadi diperkirakan jumlahnya banyak  Makanya melalui kegiatan ini diharapkan kader bisa paham dan bisa ikut mengatasi, ” ungkap Deni.

Walikota Tangsel, Benyamin Davnie yang hadir dalam sosualisasi mengatakan, jika ODGJ bukan hanya urusan dinas kesehatan atau dinas sosial saja. Melainkan juga tugas masyarakat yang tinggal di Kota Tangsel.

Kader Kesehatan di Kota Tangsel harus memberikan pemahaman kepada masyarakat,  bahwa mereka juga punya peran dalam mengatasai ODGJ.

”Pemerintah itu punya tugas banyak sekali. Tapi, kami akan terus berupaya agar hal seperti ini bisa ditangani," kata Benyamin.

Bakal Calon Walikota ini menambahkan, penanganan ODGJ adalah urusan semua pihak. Pemerintah akan berkerja, sampai kepada impact dan benefit. Bagaimana kehadirannya  dirasakan oleh manfaat. (Red/rils