Kemal Tampil Di Video Youtube Mengkritik Keras Pemkot Tangsel




  
Kemal
Cipasera.com – Ir  Kemal Mustafa, pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah kembali berulah. Beberapa bulan lalu, tepatnya  11/1/2017  lalu ia bersitegang depan lift Gedung Pemkot Tangsel dengan Wakil Walkot Benyamin Davnie.Kini Kemal lebih nekad lagi. Ia muncul  mengkritik Walikota dengam video yang diunggah di youtube.

Video Kemal  dengan judul  Surat Untuk Presiden Joko Widodo tersebut  diunggah  di laman YouTube pada  Selasa (7/3/2017). Hingga  Jumat (10/3/2017), video  telah ditonton 3.350 orang dan mendapat like 59 orang. Dengan jumlah penonton hingga tiga ribu lebih,  video tersebut tergolong menarik. Ini mungkin karena Kemal sangat keras mengkritik.  

Dalam video tersebut,  Kemal antara lain mengatakan, "Perkenalkan saya Kemal MS, ASN atau pegawai negeri sipil di Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Saya melaporkan  dugaan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi saat mutasi, promosi, pengisian jabatan di lingkup Pemerintah Kota Tangerang Selatan bulan Januari 2017 lalu,".

Lanjut Kemal, laporan ini dilandasi arahan bapak presiden setelah adanya OTT KPK terhadap bupati Klaten sebagai tersangka perdagangan jabatan. "Hal yang lebih buruk dari perdagangan jabatan dalam mutasi di Tangsel itu, kata Kemal, diduga untuk pelestarian kekuasaan".

Indikasi penyimpangan yang terjadi adalah antara lain, satu, wali kota mengesampingkan integritas, kapabilitas, dan kredibilitas dalam mengangkat seorang pejabat. Contohnya diangkatnya pejabat yang berkinerja rendah, berintegritas rendah, tidak kapabel, dan kredibilitasnya buruk menjadi seorang pejabat yang sangat berpengaruh dalam menghitam-putihkan kinerja OPD di daerah. Yaitu menjadi inspektur, kepala inspektorat.

Pengangkatan yang bersangkutan sebagai inspektur, diduga kuat untuk mengamankan kepentingan. Memang dugaan-dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tangerang Selatan ini sangat banyak.

"Ach dia termasuk orang yang sakit hati. Tak usah dibesar -besarkan. Biarin saja, entar kan malu sendiri. Pengangkatan pejabat ada prosedur dan mekanisme. Memang dia doang yang ngerti?," kata pegawai BKD yang  tak mau dusebut namanya. (Red/T) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel