Gangguan Alam Mungkin Terjadi Di Tangsel Saat Pencoblosan 14 Pebruari


 Cipasera - Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel)  Pilar Saga Iksan mengatakan, potensi ancaman rusuh saat  pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu) pada 14 Februari 2024 di Tangsel, sangat minim.  Itu diketahui setelah ia dan jajaran Forkopinda  (Tangsel) mengadakan pertemuan belum lama. 

"Dari hasil pertemuan tak ada laporan potensi gangguan. Dan semua akan mensukseskan pemilu di Tangsel. Hanya saja potensi cuaca yang mesti diantisipasi," kata Pilar saat ditemui usai acara di kantor KPU Tangsel, Senin 12/2/24.

Namun, lanjut Pilar,  potensi gangguan alam, Pemerintah daerah dan penyelenggara telah bersiap melakukan antisipasi.

“ BMKG memprediksi akan ada kondisi cuaca ekstrim di bulan-bulan ini. Tapi memang laporannya di hari H, tanggal 14 itu hanya hujan ringan di malam hari. Tapi kan tetep namanya prediksi ini kan kadang ada bener, ada meleset ya BMKG. Jadi kita sudah antisipasi titik-titik rawan genangan atau banjir,” katanya.

Menurut dia, sementara ini setidaknya ada 28 titik yang berpotensi terdampak gangguan cuaca. Rapat kordinasi pun dilakukan bersama KPU serta pihak terkait lain guna menyiapkan rencana alternatif. 

“Ada 28 titik ya, 28 TPS dari 3 ribuan. Tersebar (lokasinya),” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui di Tangsel, total ada 3.824 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di berbagai wilayah Kota Tangsel. Sedangkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tercatat mencapai 1.022.237 orang.

Sementara itu, Ketua KPU Tangsel, M Taufik menerangkan, ancaman gangguan cuaca bisa berdampak pada pelaksanaan Pemilu 14 Februari nanti. Dia menyebut, ada alternatif menggeser lokasi pelaksanaan yang dianggap terdampak langsung dengan gangguan alam.

“Mudah-mudahan PPS dengan KPPS, kalau ada titik itu maka menggeser tempat TPS itu radiusnya agar tidak sampai itu (terdampak). Dan kalau seandainya memang nanti pada akhirnya ada force major, maka kami nanti tentu dengan Bawaslu, saksi partai politik, saksi tim pemenangan, maupun DPD, akan menggeser. Itulah yang disebut dengan mungkin tanda kutip, pemilu lanjutan,” paparnya. (Red/t/ham)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel