Ziarah Ke Makam Chairil. Fadli Zon Baca "Yang Terampas dan Yang Putus"
Cipasera - Sejumlah seniman dan sekira 40 penyair ziarah ke makam penyair Angkatan 45 Chairil Anwar di Pemakaman Karet Bivak, Jakarta Selatan, pekan terakhir April 2026.
Hadir pula Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Pengamat Sastra Maman Mahayana dan Evavani, anak semata wayang Chairil yang duduk di atas kursi roda, yang kini sudah sepuh.
Sebelum ziarah ke pusara penyair yang dibesarkan di Medan, Sumatera Utara ini dibacakan puisi- puisi Chairil. Nanang R Suprihatin membacakan puisi bertajuk Lagu Siul. Sementara Swari aktivis perempuan dan dosen membacakan sajak Cerita Buat Dien Tamaela
Digelar pula bincang - bincang di tengah makam tak jauh dari makam sang penyair. Tampil Pengamat sastra dari UI Maman Mahayana dan moderator Remy Novaris DM dan sejumlah narasumber lain.
Maman mengatakan, mengapresiasi kegiatan ini yang telah dilakukan komunitas sastra Jakarta beberapa kali. Ziarah ini melestarikan nilai kebangsaan dan nasional untuk memperkuat bangsa ini. Hasilnya nanti bakal terlihat beberapa tahun yang akan datang.
"Seperti di Iran. Penyair Ferdowsi sangat dihargai. Puisi - puisinya yang ditulis dengan bahasa Parsi, dipelajari dirawat dan semangatnya diwariskan kepada masyarakatnya. Dan jiwa bangsa Iran menjadi kuat," kata Maman.
Maman juga mengapresiasi komunitas di Jakarta yang merawat dan selalu menjaga serta menghidupkan karya, semangat dan nilai - nilai sastra penyair yang dijuluki, Binatang Jalang ini. "Saya berharap, ini terus dilanjutkan," ujar Maman.
Yang mengejutkan, saat Menteri Kebudayaan Fadli Zon giliran tampil bicara. Mantan Wakil Ketua DPR RI ini mengungkapkan, bahwa Universitas Indonesia mendapat patung Leo Tolstoy . Tolstoy adalah sastrawan sohor Rusia yang dihormati.
Untuk itu Indonesia akan membalas sumbangan Rusia tersebut "Saya minta, kita juga harus menyumbang karya patung yang merepresentasikan sastrawan Indonesia. Kita pilih Chairil Anwar," ujar Fadli.
"Kita sumbangkan patung perunggu Chairil Anwar ke Rusia. Patungnya dibuat Mas Bambang Win, akan kita pasang nanti di salah satu universitas. Kalau tidak salah di Saint Petersburg University atau di Moscow atau di salah satu universitas yang mempelajari Bahasa Indonesia di Moskow," tambah Fadli Zon.
Menurut Dia, Chairil pantas dipilih. Dia adalah seorang pendobrak dan seorang tokoh yang mengubah puisi-puisi Indonesia dengan karya-karyanya yang gemilang, yang hidup sampai sekarang. Padahal waktu itu usianya masih sangat muda.
"Beliau meninggal juga dalam usia yang sangat muda, 27 tahun pada 28 April, yang hari ini kita peringati," pungkas Fadli Zon.
Usai bincang- bincang, para peserta ziarah ke makam Chairil. Penyair Mustafa Ismail, Jose Rizal Manua, Muarif membacakan puisi Chairil. Dan di akhiri pembacaan puisi Yang Terampas dan Yang Putus oleh Fadli Zon:
....................
di Karet, di Karet (daerahku y.a.d.) sampai juga deru dingin
aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang
dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;
tapi hanya tangan yang bergerak lantang.
tubuhku diam sendiri, cerita dan peristiwa berlaku beku. (TW)
