Proyek Jembatan Ciater Dipertanyakan. Kelurahan : Belum Koordinasi
Cipasera - Proyek pembangunan jembatan permanen di Jalan Wana Kencana, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong disorot masyarakat. Pasalnya, bangunan yang memakan ruang publik melintasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciater Tengah (Jaletreng) ini belum diketahui siapa penggarapnya.
"Ini sebenarnya mengganggu cara pengerjaannya. Banyak sisa material berserakan, menyebalkan sekali," kata Ajuni, warga setempat.
Ajuni benar. Saat media memantau, penampakan tumpukan tanah sisa proyek di badan jalan, seberang toko retail sekitar lokasi. Masyarakat sontak bereaksi ingin mengadukan keberatan. Tapi urung karena menunggu penanggung jawab proyek tak kunjung muncul. Padahal proyek ini diperkirakan sudah berjalan sekitar tiga minggu.
Para pedagang kaki lima (PKL) sekitar lokasi menyebutkan, pembangunan tersebut untuk jembatan permanen. Sementara para pekerja saat diminta keterangan, tidak mengetahui secara pasti, status proyek ini; milik perorangan, korporasi, atau pihak pemerintah.
Staf Kantor Kelurahan Ciater yang enggan disebut namanya, saat diminta keterangan, Sabtu 29/5/2026 menyatakan, bahwa pihaknya belum menerima laporan maupun koordinasi apa pun terkait adanya pembangunan jalan jembatan tersebut.
Menurut staf kelurahan, membangun infrastruktur di atas fasilitas resapan air atau badan sungai memiliki regulasi yang sangat ketat. Jika jembatan ini dibangun tanpa Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau izin resmi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan, struktur tersebut dinilai sangat berbahaya.
Selain itu, publik juga ingin tahu, proyek ini memanfatkan ruang publik apakah sudah memiliki izin pemanfaatan ruang?
Konfirmasi telah dilayangkan kepada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangerang Selatan melalui Bidang Bina Marga. Namun, hingga saat ini, belum ada jawaban. Dan masyarakat menunggu mengenai legalitas dan status proyek ini. (Red/ris)
