Plupuh Bambu Naik Daun, Pengrajin Bisa Kantongi Puluhan Juta Seminggu.

      Plupuh Bambu kini naik daun 


 Cipasera - Agaknya plupuh Bambu lagi naik daun sekarang ini. Hal itu tetlihat dari pesanan yang terus meningkat sehingga pengrajin di Kabupaten Lebak, Banten kewalahan melayani permintaan. Kabarnya plupuh tersebut dibeli orang Tangerang untuk diekspor. 

Menurut Ajat, salah seorang pengrajin plupuh di desa Pasir Kupa, pihaknya bisa dapat pesanan sampai 6000 plupuh per bulan. "Kadang lebih. Tapi tenaga ga kuat. Jadi sekuatnya saja. Permintaan sih tambah terus," kata Ajat yang sudah 11 tahun menekuni plupuh, Minggu 19/7/2026. "Yang pesan plupuh bambu orang Tangerang," kata Ajat.

‎Dengan adanya pesanan yang cukup banyak membuat hatinya senang. Sebab penghasilan lumayan. Dia bilang, satu plupuh ukuran 3 meter lebar 30 cm  dijual dengan harga Rp 15.000. 

"Jadi per pekan kami bisa menjual 1.500 plupuh. Kalau dikalikan Rp 15.000, masuk Rp 22.500.00," ujar Ajat terus terang. 

Dari penghasilan memang lumayan. Namun dia menyayangkan, pengrajin plupuh di Desa Pasir Kupa Kalanganyar Kabupaten Lebak cuma sedikit.  

‎Ajat juga menjelaskan, teknik pembuatan  plupuh bambu. Menurut dia mudah. Bambu yang baru dipotong dari kebon,   dipotong sepanjang 3 - 4 meter  menggunakan gergaji. 

Potongan tersebut lantas dibelah dengan cara dicencang menggunakan golok/kapak agar menjadi lempengan bambu yang bisa digelarkan.

Di pedesan di Jawa, plupuh bukan hal yang asing. Sebab plupuh sering digunakan untuk hamparan bale- bale atau lantai rumah panggung dan saung. Tapi kalau di luar negeri untuk diolah kembali menjadi hiasan atau bahan kertas tertentu. 

‎Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa gembira dengan naiknya pesanan plupuh bambu. Dan ia berharap usaha ini  makin berkembang.   

‎"Kami mendorong unit usaha itu tumbuh dan berkembang, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan kesejahteraan keluarga," kata Imam seperti dikutip Antara. (Red/t)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel