Cerita Lurah Pisangan Lolos dari Kecelakaan Maut Tanjakan Emen

0


M.Tohir, Dilarang Ikut Lurah Idris (foto: Teguh W)
Cipasera –  Jodoh, rizki dan kematian itu hanya Allah yang tahu dan hanya Dia pula yang menentukan.  Kalau belum saatnya meninggal seperti ada saja “ yang melindungi” dengan berbagai cara. Begitu pula cerita soal kecelakaan lalu lintas di Tanjakan Emen Subang, Sabtu,10/2/2018  yang merenggut nyawa 27 orang warga, serta puluhan luka -luka, juga menyisakan cerita "ajaib". 

Adalah Lurah Pisangan  Idris Asenih  dan istrinya. Ia lolos dari maut karena berpindah bus.Menurut penuturan  salah satu staf Kelurahan Pisangan, Ahmad,   Lurah Idris setelah  RAT (Rapat Anggota Tahunan)  Koperasi  Permata dan anggota rombongan di resto Bahkmi Nyemek, di daera Bandung, ia pindah bus. Semula ia dan istri duduk di bus pertama.

“Pak Lurah, entah kenapa pindah dari bus pertama  ke bus ke tiga. Dia juga mengajak istrinya,” kata Ahmad, Minggu 11/2/2018 kepada cipasera.com. Lantas kemudian tak lama setelah RAT,  bus pertama berangkat. Agak lama, kemudian  dua bus rombongan lain menyusul.  Bus pertama itulah yang kemudian mengalami kecelakaan di “Tanjakan Emen”. Terguling setelah menabrak sepeda motor matik.  Dan kecelkaan itu menewaskan 27 orang. 26 warga kelurahan Pisangan, 1 warga Subang, pengendara motor. 

Dengan berpindah bus itulah, Lurah Idris dan istri selamat dari kecelakaan. Sayang,  saat dikonfirmasi  pada  pemakaman korban kecelakaan di Taman Legoso, Idris tak kelihatan hadir. Staf Kelurahan pisangan mengatakan, dia sedang istirahat lantaran dua malam tak tidur ikut mengurus warganya yang jadi korban kecelakaan. 

Lurah Idris sendiri seperti  punya firasat  warganya bakal mengalami kecelakaan.  Ia di mata sejumlah staf kelurahan  tampak aneh. Tidak seperti biasanya, sehari sebelum kecelakaan,  Jumat 9/2/2018 Lurah  Idris duduk  terbengong –bengong cukup lama di depan  kantor kelurahan  Pisangan. Entah apa yang dipikirkan dan dirasakan. Staf lurah cuma  bisa bertanya –tanya dalam hati. Tak ada yang  berani mengganggunya dengan pertanyaan.

“I ya saya juga ngliat, pak Lurah bengong , nggak tahu kenapa. Seperti ada sesuatu ,” kata Tohir staf Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur, Tangsel  kepada cipasera.com. Tohir malah sempat minta izin kepada Lurah Idris untuk ikut pergi wisata dengan rombongan. Tapi Idris melarangnya. “Dia bilang, nggak usah ikut. Disini saja, jaga kelurahan,” ujar  Tohir, “ Saya mah nurut aja. Ternyata ada juga hikmahnya, saya nggak ikut.”

Begitulah. hidup dan mati adalah rahasiaNya. Tak ada yang tahu. Dan semoga  124 rombongan Koperasi  Permata ,  PKK dan anggota Pos Yandu Kelurahan Pisangan yang selamat bersyukur. Dan 26 yang  kembali padaNya, kita doakan semoga diterimaNYa. Amin  (TW)