Toko Online Qlapa "Tutup Usia" Setelah 4 Tahun

0

Cipasera -  Banyak pelanggan Startup kerajinan lokal Indonesia, Qlapa terkejut. Mereka tak mengira, startup yang dijuluki Hidden Gem Asia ini tak bisa bertahan alias gulung tikar. 
"Sunguh tak terbayang Qlapa tutup. Saya biasa belanja disitu. Barang-barangnya tak mengecewakan," kata Sonya, warga Bintaro Jaya, Tangerang. "Semoga penutupannya bersifat sementara. Bagi saya belanja di Qlapa nyaman."
Tapi tampaknya toko online ini tutup permanen. Seperti dilansir media Qlapa mengumumkan menutup bisnis mereka setelah empat tahun berjalan. Qlapa gulung tingkar, padahal ikut mewadahi para perajin lokal.
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara  mengungkapkan, sudah mengontak dan mengajak bicara pendiri dan Kepala Eksekutif Qlapa, Benny Fajarai, atas keputusan menghentikan operasi bisnis marketplace kerajinan lokal tersebut. 
"Saya respek terhadap keputusan Chief Benny," ujarnya seperti dikutip viva.co.id,Rabu, 6/3/2919
Melalui pesan Instagram tiga hari lalu,  Qlapa menyatakan pamit dalam unggahan foto bertuliskan 'Sebuah Epilog'. Di sana tertulis startup tersebut selama empat tahun berdiri telah mengalami pasang surut.
Qlapa juga menyampaikan perasaan besar hati dan terima kasih atas dukungan serta tanggapan positif dari penjual, pelanggan, dan media. 
Selama perjalanan Qlapa, aplikasi mobile startup yang bernaung di bawah PT Qlapa Kreasi Bangsa itu dianugerahi sebagai "Hidden Gem" oleh Google Play. 
Tak hanya itu, Qlapa juga dipuji   menjadi salah satu startup dengan pertumbuhan paling menjanjikan oleh majalah Forbes As. 
Tapi dalam pengumuman penutupan, Qlapa menyatakan bisnis mereka tak moncer dan terpaksa mengambil keputusan sulit yakni menutup bisnisnya.
"Kami tidak dapat membuat Qlapa menjadi bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan," ujar Qlapa dalam postingan di akun Instagram @qlapa dikutip, Rabu 6 Maret 2019.
Qlapa mengungkapkan, selama ini mereka telah menyalurkan puluhan miliar rupiah hasil penjualan para perajin lokal. 
"Sedikit-banyak kami telah berperan dalam mempromosikan produk-produk buatan tangan para perajin Indonesia. Tim kami mengalami masa-masa yang menyenangkan dan kami telah berusaha memberikan yang terbaik," tulis Qlapa. (red/ts/viva)