Masih Ada Kisah Sedih di Serpong

Gedung Pemkot Tangsel 
Cipasera.com -Tak jauh dari gedung megah Pemkot Kota Tangsel, ada pemandangan yang menyesakan dada. Betapa tidak. Lantaran kemiskinan, Minan (40)  sekeluarga hidup di rumah yang ambruk. Keluarga yang terdiri dari empat orang ini terpaksa tidur dan beraktivitas di ruang selebar 3 x 2, sisa ruangan  yang tidak ambruk. 
"Kami tak punya uang untuk membangun kembali rumah kami," kata Minan terbata-bata," Kami orang tak punya." 
Minan yang sehari - hari kerja serabutan itu tak punya penghasilan tetap. Kadang dapat Rp 100 ribu, kadang tak ada sepeser pun masuk. Untuk makan saja susah. Jadi tak terbayangkan bisa membangun rumahnya yang ambruk tiba-tiba dua tahun lalu. Apalagi harga material bangunan membumbung tinggi.
Alhasil, ketika rumahnya yang terletak di Kampung Maruga, RT 001/008 Kelurahan Ciater, Serpong, ambruk, ia dan keluarga memanfaatkan sisa ruangan yang tak ikut ambruk. "Ya kami sudah dua tahun tinggal disitu, sisa ruangan. Kamar lainnya ambruk semua," katanya.

rumah Minan yg ambruk (foto:ist)

Minan sebetulnya juga khawatir tinggal di ruangan tersebut. Apalagi sebagian besar sudah retak retak disangga pakai bambu. Tapi apa hendak dikata. 

"Ngeri kalau ada hujan angin. Takut tiba-tiba temboknya ambruk," kata Minan.
Kondisi rumah Minan sebetulnya sudah diketahui oleh pihak Dinsos dan instansi Pemerintahan yang lain. Pun dari penggiat sosial.
Herlina, penggiat sosial menuturkan, pihaknya telah membantu mengajukan bantuan ke forum CSR (Corporate Social Responsibility ) beberapa bulan lalu. Namun hingga saat ini belum ada tanggapan dari pengelola CSR. Alasannya, admistrasi. Keluarga Minan tak memiliki SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu )
Dinsos Kota Tangsel juga sudah koordinasi dengan instansi yang menangani bedah rumah. Namun pihak pengelola bedah rumah hingga sekarang belum turun tangan. (Red/cw)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel