Jelang Nataru Inflasi di Banten 3, 03%. Penyumbangnya Kenaikan Inflasi Beras dan Cabe

     ilustrasi warung beras. (foto: ist)


Cipasera - Provinsi Banten  melakukan pengawasan  ketersediaan dan harga pangan menjelang Hari Besar Natal dan Tahun Baru (nataru)

“Menjelang Nataru, Inflasi di Provinsi Banten menurut data BPS pada bulan November 2023 secara y-o-y inflasi Provinsi Banten sebesar 3,03%,” ungkap Pj Gubernur Al Muktabar. Senin, 04/12/2023.

Menurut Data BPS Provinsi Banten mencatat, komoditas beras memberi andil inflasi sebesar 0,48%. Sedangkan untuk cabai merah memberikan andil inflasi sebesar 0,31%.

“Berdasarkan kondisi itu kita sedang menindaklanjuti tentunya sesuai dengan arahan Kemendagri,” kata Muktabar

Ia menyebutkan arahan tersebut di antaranya melakukan stabilisasi pasokan dan harga pangan dengan mengawasi jalur sistem distribusi. Selain itu, menjelang hari besar keagamaan natal dan tahun baru juga perlu adanya peningkatan cadangan pangan.

Dalam menanggapi kondisi tersebut, Al Muktabar menyampaikan pihaknya  mengoptimalkan kerja sama antar daerah. Dengan menggunakan instrumen yang sudah ada sebelumnya atau instrumen terbaru, ia harap mampu memperketat pengawasan pasokan bahan pangan.

Beberapa langkah yang ditempuh dalam pengendalian inflasi di Provinsi Banten diantaranya pelibatan badan usaha, mengefektifkan komponen zakat, operasi pasar murah secara terus menerus, sidak ke pasar secara intens, akses ke distributor bersama TNI/Polri dan Kejati, kerja sama antar daerah dengan mendorong BUMD, gerakan menanam serta mengoptimalkan TP PKK, penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dan Dana Insentif Daerah (DID), hingga program-program spesifik yang dilakukan Forkopimda Provinsi Banten.

“Bupati dan Walikota kerja bersama dengan Provinsi bersama Forkopimda-nya. DPRD juga sangat mendukung kebijakan kita. Diharapkan ke depannya situasi dan kondisi ini terus terjaga,” jelasnya.(red/hm) 




Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel