Usaha Pemkot Belum Memuaskan, Class Action Besok Disidangkan Di Tangerang.


 Cipasera - Gugatan class action terhadap pengelolaan sampah  akan digelar Pengadilan Negeri   Tangerang, Rabu 4/2/2025 sekira pukul 10.00 WIB. 

Sekitar 3000 warga  BSD (Bumi Serpong Damai) akan diwakili pengacara kenamaan Boyamin Saiman. 

Sementara, pihak tergugat Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie belum hingga kini belum ada keterangan akan didampingi pengacara negara atau independent. 

Menurut Boyamin Saiman, gugatan perwakilan warga ini merupakan akumulasi kekecewaan warga terhadap Walikota dalam mengelola sampah, yang berdampak pada kesehatan, bau dan ketidaknyamanan lingkungan.   Tumpukan sampah di TPAS Cipeucang  tak tertangani telah mencemari udara.

“Kami tegaskan, ini bukan soal ganti rugi. Ini soal hak dasar warga atas lingkungan yang bersih dan sehat, yang kami nilai telah diabaikan,” tegas Boyamin Saiman dalam keterangannya yang diterima wartawan, Selasa (2/2/2026).

Selanjutnya Boyamin mengatakan, mekanisme class action dipilih karena dampak persoalan sampah dirasakan secara luas dan sistematis oleh warga, bukan kasus yang bersifat individual. 

Mekanisme hukum yang lazim digunakan di Amerika Serikat itu diharapkan mampu menekan pemerintah agar tidak lagi memandang persoalan sampah sebagai masalah sepele.

Ia menegaskan, gugatan ini bertujuan mendorong Pemkot Tangsel melakukan pembenahan serius dan menyeluruh dalam pengelolaan sampah. 

“Kalau ada aksi konkret, bukan sekadar janji atau wacana, tuntutan ganti rugi bisa dikesampingkan,” ujarnya.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan. 

Catatan cipasera.com, kisruh pengelolaan sampah bermula ditutupnya TPAS Cipeucang, Serpong  yang sudah over kapasitas. Pemkot pun mencari lahan pengganti dengan melakukan kerjasana dengan TPAS Pandeglang, Serang, Bogor dan beberapa wilayah lain untuk menangani sampah Tangsel 1000 ton sehari tersebut.

Namun, kerjasama dengan daerah tak berjalan mulus. Pandeglang menolak, Cilowong Serang mengevaluasi. Demikian pula dengan Bogor. Tapi kini Serang terbuka setelah ada perbaikan. Meski demikuan tampaknya hal ini bisa memuakan warga (Red/t)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel