Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin, 200 Terindikasi ISPA, 50 Tenaga Medis Dikerahkan.

Masyarakat memetiksakan ISPA di desa (Foto: Ist)
Cipasera - Setidaknya, sekira 150 warga sekitar TPA Jatiwaringin, Kab Tangerang, terdeteksi Ispa (infeksi saluran pernafasan). Parahnya dari jumlah tersebut, 22 jiwa kini ditangani medis dan mendapat pendampingan. Dan Dinkes (dinas kesehatan) mengerahkan 50 para medis
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid membenarkan hal itu. Sementara Dinkes Kab Tangerang menyebut sekitar 200 orang telah datang ke posko kesehatan dengan keluhan Ispa.
Menurut Maesyal, sebanyak 22 jiwa warga sekitar TPA terjangkit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat dampak paparan asap dan mendapat pendampingan khusus dari tim medis.
"Dari seratusan warga yang terindikasi terkena ISPA, ada 22 orang warga masih ditangani oleh petugas Puskesmas dari Dinkes Kabupaten Tangerang," ungkap Maesyal seperti dikutip Antara di Tangerang, Minggu 5/7/2026..
Banyaknya warga yang terpapar asap kebakaran tersebut, pemerintah daerah melakukan penanganan dan pengawasan kesehatan untuk memberikan rasa aman warga. Petugas kesehatan tiap hari door to door, mendatangi warga yang tidak mengungsi.
Selain itu, kini didirikan posko kedaruratan di dua lokasi sebagai tempat pengungsian masyarakat. Yang pertam di Tanjakan Mekar, disana lokasinya di kantor desa. Yang kedua di Desa Rajeg Mulya.
Dari posko-posko yang disiapkannya tersebut terdapat ratusan warga yang telah dilakukan evakuasi dari pengungsian oleh petugas gabungan dari BPBD dan TNI/Polri.
Hanta saja, mereka mengungsi tak lama, "Ada yang dua malam di pengungsian. Namun sekarang sudah kembali ke rumah masing-masing lagi," ujar Maesyal.
Untuk memperkuat penangana warga terdampak, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menerjunkan 50 tenaga medis.
"Awalnya, cuma hanya belasan tenaga medis, sekarang ini kita tingkatkan menjadi 50 orang. Tambahan tersebut dari Puskesmas sekita di wilayah bencana," kata Kadis Kesehatan Kab Tangeranf Hendra Sasmita, Minggu 5/7/2026
Diterjunkannya puluhan tim medis ini mengingat paparan asap yang dihasilkan dari material sampah mulai mengganggu permukiman dan berdampak terhadap warga sekitar.
Selain itu, pihaknya mencatat jumlah total warga yang datang berobat ke posko darurat kini nyaris 200 jiwa, dengan mayoritas keluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Kebanyakan terdiri dari kelompok ibu hamil, anak hingga orang dewasa. (Red/T)