Keranggan Masih Masuk Zona Kekeringan Tahun Ini. Pemkot Kirim 4000 L Air
Cipasera - Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten khususnya Kampung Koceak, masih tercatat wilayah rawan air (kekeringan) pada musim kemarau yang mulai Juli ini.
Badan Penanggulangan Benana Daerah Tangsel, Rabu lalu mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 4.000 liter ke RT 02/RW 01, Kampung Koceak RT 02 RW 01, Kel Keranggan. Bantuan air bersih itu untuk 20 warga.
Menurut Wakil Walikota Tangsel, bantuan tersebut karena ada laporan warga. "Ketika ada laporan warga yang terdampak kekeringan, pemerintah segera bergerak melakukan distribusi air bersih agar aktivitas sehari-hari warga tidak terganggu," kata Pilar Saga Iksan.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel, memperkirakan wilayah Setu masuk kategori zona rawan rendah 1246 hektare, sementara zona bahaya sedang 432 hektare.
Untuk seluruh Tangsel yang luasnya 7 kecamatan. Selain Setu, Serpong Utara juga termasuk. " Seluruh Tangsel yang tercatat terkena rawan kekeringan seluas 16.485.47 hektare.," ungksp Sekretaris BPBD Kota Tangsel, Essa Nugraha, Jumat 10/7/2026.
Essa Nugraha menambahkan, memang Kec Setu langganan kekeringan tiap tahunnya. Dan awal Juli muncul tanda - tandanya, warga sudah kelitan air bersih dari sumur pompa.
Prediksi Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat, kemarau tahun ini akan lebih kering dan rawan dibandingkan puluhan tahun silam.
Prediksi ini ternyata akurat, - ta kali ini lebih kering dari 30 tahun musim kekeringan yang pernah dialami dibanding puluhan tahun silam.
Prediksi tersebut, kata Essa, punya akurasi, awal bulan Juli ini sudah masuk kemarau dan dampaknya sudah dirasakan di Tangsel. (Red/t/ant)
