Cari Dukungan, Ilham Aufa Akui Ada Kekhawatiran Legalitas Ijazah TKIP-SDIP Pamulang

       SDIP Pamulang 


Cipasera -  Ilham Aufa mengakui adanya kekhawatiran wali murid mengenai keberlangsungan pendidikan dan legalitas ijazah siswa di tengah konflik antara pengurus lama dan pengurus baru Yayasan Syarief Hidayatullah Jakarta.

Ketua pengurus lama Yayasan Syarief Hidayatullah, Ahmad Ilham Aufa, mengakui persoalan tersebut menjadi salah satu isu yang mereka komunikasikan kepada sejumlah pihak guna mendapatkan dukungan. Untuk memastikan adanya kepastian bagi siswa, pihak yayasan mengaku telah menemui dan berkomunikasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan hingga Pemerintah Provinsi Banten.

"Kami berkomunikasi dengan para pihak yang mempunyai kewenangan, di antaranya Dinas Pendidikan di Tangsel, kemudian dengan wali kota, dan kemarin juga bertemu dengan Pak Andra Soni, Gubernur Banten," ujar Ahmad Ilham Aufa dalam konferensi pers di Tangerang Selatan, Selasa (8/9/2026).

Langkah tersebut dilakukan menyusul munculnya kekhawatiran mengenai nasib pendidikan siswa, termasuk kepastian legalitas ijazah mereka di tengah sengketa kelembagaan yang belum selesai.

Ilham mengklaim, dari berbagai komunikasi tersebut, pihak-pihak yang ditemuinya memberikan jaminan bahwa konflik antara yayasan dan UIN tidak akan mengganggu legalitas ijazah siswa.

Dengan demikian, pihak yayasan menyatakan telah melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan dukungan sekaligus kepastian dari pemerintah dan sejumlah lembaga terkait mengenai keberlangsungan pendidikan siswa.

Ilham menyebut Dewan Pendidikan Kota Tangerang Selatan juga memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut. Ia bahkan mengklaim isu perlindungan siswa turut dibahas dalam forum bersama DPRD Kota Tangerang Selatan.

"Komnas Perlindungan Anak juga menyatakan, ini harus dilindungi anak-anak. Saya pastikan, saya ikut melindungi anak-anak. Karena perhatian kami adalah perlindungan terhadap anak-anak," ujarnya.

Menurut Ilham, kekhawatiran yang muncul di kalangan orang tua merupakan konsekuensi dari konflik yang berkembang di lingkungan sekolah. Karena itu, ia menegaskan pihaknya ingin memastikan persoalan kelembagaan tidak berimbas terhadap siswa.

Mengenai kabar sejumlah siswa melakukan migrasi sekolah dari TKIP-SDIP Pamulang, Ilham mengaku tidak tahu dan tidak mendengar. Dia mengatakan hal tersebut adalah kabar bohong yang sengaja dihembuskan pihak pengurus Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta yang dipimpin Prof Siti Nurul Azkiyah.

"Saya tidak mendengar itu dan saya yakin itu kabar bohong yang sengaja mereka embuskan," sergahnya.

Sebelumnya, Kepala Sekolah MI Pembangunan UIN Jakarta Wahyudi kepada media mengakui adanya migrasi sejumlah siswa dari TKIP-SDIP Pamulang ke sekolah Madrasah Pembangunan yang berada di bawah naungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Dia juga mengungkapkan alasan utamanya adalah soal legalitas pengurus Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta di bawah pimpinan Ilham Ufa dan Andi Syafrani yang tidak berkekuatan hukum tetap, karena pengurus Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta yang sudah diakui kementerian adalah adalah pengurus yang dipimpin Prof Siti Nurul Azkiyah. (Red/bs)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel