Kalapas Cibinong dan Empat Pejabat Dinonaktifkan. Irjen Marathon Periksa 52 Napi dan 54 Staf

Salah satu klaster mewah Lapas Cibinong.
Cipasera - Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Rudi Setiawan menonaktifkan lima pejabat Lapas II A Cibinong, Bogor, Jabar buntut temuan rumah tahanan mewah di lingkungan Lapas oleh Ombudsman.
Lima pejabat yang dinonaktifkan itu dikatakan Rudi Setiawan dalam konferensi pers di Lapas Kelas IIA Cibinong, Sabtu (26/9/2026), yakni Kalapas II A Cibinong, Wisnu Hani Putanti, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik), Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib), serta Kepala Urusan Umum.
"Kami menonaktifkan lima pejabat struktural yang diduga bertanggung jawab terkait peristiwa yang ditemukan oleh Ombudsman," ujar Rudi.
Penonaktifan lima pejabat tersebut dilakukan oleh Kementrian Imipas dalam rangka pemeriksaan untuk mengetahui kondisi Lapas hingga ada temuan Ombudsman.
"Fasilitas-fasilitas ini beliau-lah yang mengurus. Kami nonaktifkan dan kami lakukan pemeriksaan bagaimana kondisi yang terjadi sampai ditemukan," ujar Rudi.
Rudi menambahkan, pemeriksaan internal tersebut dilakukan setelah Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan memerintahkan jajaran Kemenimipas berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk menindaklanjuti temuan Ombudsman RI.
Rudi pun dalam kasus ini, tak hanya duduk di belakang meja. Dia bahkan memimpin langsung pemeriksaan lapangan di sejumlah area Lapas Cibinong yang sebelumnya dikunjungi Ombudsman.
Mrnurut Rudi, dalam pemeriksaan, tim mengecek sejumlah lokasi, ruangan sekelas apartemen yang didatangi Ombudsman.
Usai memeriksa seluruh ruangan yang diduga dihuni Napi, Rudi menyebut terdapat sejumlah perbedaan antara kondisi yang dilihat tim pemeriksa dan temuan Ombudsman.
"Apa yang saya lihat dan apa ditayangkan oleh teman-teman ORI ada beberapa perbedaan. Dan ini jadi konsentrasi kami sebagai tim pemeriksa," ungkap Rudi.
Selain ruangan, turut diminta keterangannya warga binaan sebanyak 52 pada hari Jumat, 25/9/2026 dan dilanjutkan Sabtu, pemeriksaan sekitar 54 pegawai Lapas Cibinong.
Pemeriksaan tidak berhenti pada Sabtu. Proses akan dilanjutkan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi sebenarnya di Lapas Cibinong sekaligus menelusuri penyebab munculnya temuan Ombudsman.
Sebelumnya, ramai temuan Ombudsman viral di medsos, adanya area dengan fasilitas mewah, menyerupai klaster rumah mewah, serupa apartemen yang diduga digunakan narapidana di lingkungan Lapas Cibinong IIA. (Red/tw/af)