Test Kompetensi Pegawai Tangsel Nyaris Ricuh. BKD Diam

0

Cipasera.com - Ribuan  peserta Test Kompetensi Tenaga Non Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Tangerang Selatan (Tangsel)  menilai, Penyelenggara tes kompetensi tidak profesional. Akibatnya, pelaksanaan test tersebut tak bisa melayani peserta dengan baik, dan nyaris ricuh.

Kericuhan disebabkan, mayoritas peserta tak bisa login saat akan mengikuti test di Universitas Terbuka (UT), Ponfok Cabe, Kota Tangsel. Sementara, 1800 dari 4000 bisa login dan sukses melakukan test.
Seorang peserta mengatakan, suasana seperti sudah disetting. Sebagian bisa login memasukan Nomor Induk Kepegawaian (NIK) saat ingin login. Tapi disisi lain banyak yang gagal. Itu lantaran tidak ada jaringan internet. Komputer  peserta tak bisa terkoneksi dengan Wi - Fi.

"Konyolnya panitia bilang, yang gagal login berarti gugur. Itu kan tak adil. Makanya diprotes," kata seorang peserta, Selasa, 14/11/2017 

Para peserta makin kesal setelah  melalui pengeras suara, penyelenggara mengumumkan bahwa 1.800 peserta telah berhasil login. Sementara  peserta yang gagal login tak diberi solusi. 
Dari pantauan cipasera.com, test kompetensi dibagi dua bagian. Sesi pertama test berlangsung pada pukul 08.00 hingga pukul 12.00 WIB. Sedangkan pada sesi kedua dijadwalkan dimulai pda pukul 13.00 namun molor hingga pukul 14.30 WIB.
Banyak peserta yang gagal login kemungkinan server pendukung aplikasi CBT Tangsel tidak mampu menampung seluruh peserta yang ikut test kompetensi. 
Kepala BKPP Kota Tangsel Apendi saat dimintai keterangan oleh cipasera.com tak bisa dihubungi melalui telepon. (red/to)