10 SMP Tangsel Tertinggi Nilai UN 2018

0

Cipasera - 10 SMP (Sekolah Menengah Pertama) negeri dan swasta di Tangerang Selatan, berdasar hasil Ujian Nasional (UN) untuk bahasa Indonesia. berhasil memperoleh nilai Tertinggi se prov Banten.

"Kami senang dan bangga. Tangsel berhasil mencapai nilai tinggi untuk bahasa Indonesia. Moga - moga prestasi itu dapat dipertahankan," kata  Kepala Dindikbud Tangsel Taryono.

Taryono menambahkan, pencapaian tersebut bukan semata karena siswanya cerdas - cerdas, tapi karena kerja semua pihak, yakni guru, orang tua, Dindikbud, dan lingkungan sekolah. Pendeknya, keberhasilan tersebut adalah keberhasilan  kita semua. 

Berikut daftar 10 SMP Negeri dan Swasta di Tangerang Selatan, dengan nilai rata-rata UN mata pelajaran Bahasa Indonesia tertinggi  tahun ajaran 2017/2018:


1. SMP Sinar Cindekia dengan nilai 84.86
2.SMP Islam Terpadu Insan Harapan dengan nilai 84.65
3. SMP Islam Terpadu Aulady dengan nilai 84.64

5. SMP Negeri 4 Tangerang Selatan dengan nilai 84.61
6. SMP Santa Ursula BSD dengan nilai 87.95
7. SMP Kristen Penabur Bintaro Jaya dengan nilai 86.60

SMP Anderson School dengan nilai 85.42
8.SMP Mutiara Harapan dengan nilai 84.88
9.SMP Sinar Cindekia dengan nilai 84.8610. SMP Islam Terpadu Insan Harapan dengan nilai 84.65
8. SMP Islam Terpadu Aulady dengan nilai 84.64 
9. SMP Negeri 4 Tangerang Selatan dengan nilai 84.61
10. SMP Al Zahra Indonesia dengan nilai 84.41
Baca juga: 

Hasil tersebut merupakan hasil UN SMP dengan rata -rata nilai tertinggi Bahasa Indonesia dan tidak secara langsung menunjukan pemeringkatan sekolah.

Ada yang menggembirakan.Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan,  hasil UN ini akan digunakan untuk tindak lanjut pembenahan terhadap proses pembelajaran di sekolah seperti disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di Bogor, Jawa Barat, (30/5/2018).

“Bukan nilai bagus yang ditindaklanjuti, tetapi yang jelek. Dilihat mata pelajaran apa, gurunya siapa. Gurunya yang dipanggil untuk di-treat (diberikan pelatihan),” jelas Mendikbud ketika memberikan pengarahan di hadapan ratusan guru SMA/SMK peserta Pendidikan dan Pelatihan Sertifikasi Pendidik dan Keterampilan di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Bisnis dan Pariwisata (PPPPTK Bispar), Bogor, Jawa Barat. (Red/ts/kpm/ts)