Ridwan Kamil Senang, Muhamadyah Dirikan Rumah Sakit Di Bandung Selatan.


Cipasera - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir bersama dengan sejumlah tokoh nasional melakukan groundbreaking  pembangunan Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan (RSMBS) dan Masjid Nyi Ayu Rina Adjrijanti yang terletak di Jalan Raya Laswi, Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung Selatan (23/1/2022).

RSMBS yang memiliki bangunan empat lantai ini termasuk RS Tipe D dengan luas bangunan mencapai 5200 m2, yang didirikan di lahan seluas 1,2 ha, yang dirancang dengan konsep modern dan ramah lingkungan.

“Kehadiran Rumah Sakit di kawasan Ciheulang-Ciparay ini masih diperlukan oleh masyarakat. Di kawasan Kecamatan Ciparay dan sekitarnya dengan jumlah penduduk yang banyak masih diperlukan perluasan dan pengembangan lembaga pelayanan kesehatan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan umum,” tutur Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Muhammadiyah berharap rumah sakit ini mampu meberi konstribusi bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. “Melalui RSMBS, masyarakat sekitar diharapkan dapat lebih mudah, cepat, dan leluasa memperoleh pelayanan kesehatan, sehingga berdampak positif bagi peningkatan kualitas kesehatan warga,” kata Haedar yang merupakan putra asli Ciparay.


Menurut Haedar, Bandung Selatan punya nilai historis. “Bandung Selatan adalah kawasan bagian selatan dari Kabupaten Bandung. Nama ini tersohor ketika Ismail Marzuki tahun 1948 membuat lagu ‘Bandung Selatan Di Waktu Malam’, sebuah lagu yang melegenda,” ujarnya. Selain itu, “Bandung Selatan juga menjadi salah satu titik penting peristiwa heroik ‘Bandung Lautan Api’ di kawasan selatan. Dengan demikian Bandung Selatan menjadi nama yang ikonik dan populer di hati masyarakat luas, baik di Jawa Barat secara khusus maupun di tanah air Indonesia.”

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku bangga sebagai salah satu alumni TK Aisyiyah. Ia mendapat banyak pelajaran, semisal tentang pentingnya menjadi manusia yang bermanfaat. “Khairunnas anfauhum linnas,” katanya mengutip hadis Nabi Muhammad. Ia juga mengaku bisa menikmati masa kecil yang bahagia di TK ABA.

Ridwan Kamil melaporkan bahwa Jawa Barat memiliki jumlah penduduk 50 juta orang, dan menjadi wilayah paling rasanya krisis. Kunci kita bisa membereskan semua masalah adalah gotong royong, semua ikut terlihat, TNI dan Polri ikut membantu.

 “Negara tidak sanggup mengurusi pendidikan dan kesehatan semuanya. Kalau tidak ada Muhammadiyah dan Aisyiyah yang membangun sekolah, perguruan tinggi, dan rumah sakit, ini anak-anak kita siapa yang mengurusi,” tukas

Ketua PP Muhammadiyah bidang Kesehatan, Agus Taufiqurrahman menyebut bahwa komitmen Muhammadiyah pada bidang kesehatan masyarakat tidak pernah surut. “Di Persyarikatan Muhammadiyah telah memulai pelayanan kesehatan sejak 1923. 

Dimulai dari klinik PKO Muhammadiyah di Yogyakarta dan PKO di Surabaya sebagai cabang pertama yang dipelopori langsung oleh dokter Soetomo pada 1924,” kata Agus. Pembangunan RSMBS ini merupakan kelanjutan dari cita-cita para pendahulu. 

“Kami menghaturkan terima kasih sampai saat ini sudah banyak dukungan yang diberikan dalam proses pendirian RSMBS. Kami yakin dukungan yang telah diberikan kepada kami menambah keyakinan kami bahwa membangun RSMBS adalah jalan benar, jalan kebaikan yang insyaallah akan terus memberikan kemanfaaatan kepaa umat dan bangsa ini,” tukasnya.(SM*)


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel