50 Tenaga Medis Kabupaten Tangerang Dikerahkan Atasi Paparan Asap
Cipasera - Hingga kini kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kec Mauk, Kab Tangerang sudah terkendali penanganannya. Untuk itu, diperkirakan banyak warga yang terpapar asap sehingga perlu pelayanan.
Dalam rangka itulah, 50 tenaga medis diterjunkan untuk melayani warga yang terdampak paparan asap kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
"Kalau personel itu awal-awal cuma ita belasan, sekarang ini kita tingkatkan menjadi 50 orang. Dengan tambahan dari puskesmas sekitar yang ada di wilayah bencana," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi di Tangerang, Jumat, 3/7/2026
Ia mengatakan pengerahan puluhan tim medis tersebut perlu dilakukan mengingat paparan asap dari material sampah mulai berdampak terhadap kesehatan warga di sekitar permukiman.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, kata dia, jumlah total warga yang datang berobat ke posko darurat kini hampir menyentuh angka 200 jiwa, dengan mayoritas keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Dari data itu, mayoritas yang memeriksakan diri dengan keluhan gangguan pernapasan merupakan kelompok ibu hamil, anak-anak, hingga orang dewasa.
Meskipun demikian, tim medis dari Pemkab Tangerang telah memberikan penanganan maksimal dan berkelanjutan terhadap pasien tersebut.
Selain itu, pihaknya kini tengah mendistribusikan masker jenis N95 dan oksigen untuk keperluan tim pemadam kebakaran yang langsung terjun di lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin.
Sementara itu, terkait kondisi tim di lokasi, dilaporkan belum ada petugas pemadam kebakaran maupun tenaga medis yang mengalami kondisi kritis hingga harus dirujuk ke rumah sakit.
"Untuk masyarakat umum dibagikan masker standar, sedangkan masker spesifikasi tinggi jenis N95 disalurkan khusus bagi garda terdepan penanggulangan api (petugas Damkar)," kata dia.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sekitar 30 persen dari luasan area kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, mulai padam dan terkendali pada Jumat (3/7).
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan di Tangerang mengatakan bahwa memasuki hari keempat operasi pengendalian kedaruratan di TPA Jatiwaringin, pengoptimalan dua armada helikopter water bombing masih dilakukan untuk mempercepat pemadaman.
"Sementara ini kita bisa melihat, kalau pagi hari anginnya tidak terlalu kencang. Teman-teman petugas ini juga bekerja maksimal dari pagi, siang, hingga malam hari," jelasnya.(antara)
