Ini Dia Wilayah Kabupaten dan Kota Yang Diprediksi Kekeringan di Banten.
Cipasera - Provinsi Banten akan mengalami kekeringan cukup panjang akibat munculnya perubahan suhu El Nino. Diperkiran kemarau akan berlangsung hingga Oktober 2026.
Menurut Kepala Unit Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kelas I Merak, Trian Asmarahadi, El Nino merupakan fenomena meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang menyebabkan berkurangnya curah hujan di Indonesia, termasuk di Provinsi Banten.
"Hampir seluruh wilayah Banten akan merasakan dampaknya. Namun wilayah Banten Utara diperkirakan mengalami musim kemarau lebih awal dan lebih lama dibanding wilayah selatan," ujar Trian
Untuk itu, dalam mengantisipasi kekeringan, BPBD (badan penanggulangan bencana daerah) Banten telah membentuk satuan tugas (satgas) dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai instansi, seperti Kementerian Kehutanan, Polda Banten, perguruan tinggi, serta pemerintah kabupaten/kota.
BPBD Banten juga telah membagi prioritas penanganan kekurangan air bersih alibat kekeringsn, terdiri dari prioritas 1 dan 2.
Prioritas 1 (Kabupaten): Kabupaten Serang, Lebak, Tangerang dan Pandeglang. Sementara Prioritas 2 (Kota): Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Serang dan Kota Cilegon.
Berdasarkan laporan harian periodik Pusdalops PB BPBDPK Pandeglang, pendistribusian 5000 liter air bersih ke masyarakat sudah berjalan pada 12 Juli 2026 di Kampung Bojong Koneng, Desa Cipinang. Pendistribusian akan terus dilakukan di Kabupaten Pandeglang serta kabupaten/kota lain yang terdampak kekeringan.
Berdasarkan rencana aksi, BPBD Banten. pemetaan bencana kekeringan di Banten. Potensi wilayah kekeringan di seluruh Banten, di antaranya:
Kabupaten Serang: Luas wilayah terpapar 1.462,91 km2. Potensi wilayah terdampak sekitar 10 kecamatan. Jumlah penduduk terdampak 7000 jiwa dan estimasi kebutuhan air 105.000 liter.
Kota Cilegon: Luas wilayah terpapar 162,51 km2. Potensi wilayah dan penduduk terdampak 1.000 jiwa dari 2 kecamatan. Estimasi kebutuhan air 15.000 liter
Kota Tangerang: Luas wilayah terpapar 176.35 km2. Potensi wilayah terdampak sekitar 4 kecamatan dengan potensi penduduk terdampak mencapai 3.000 jiwa. Estimasi kebutuhan air 45.000 liter.
Kabupaten Tangerang: Luas wilayah terpapar sekitar 1.027,76 km2. Potensi wilayah terdampak 12 kecamatan dengan potensi penduduk terdampak 8.500 jiwa dan estimasi kebutuhan air 127.500 liter.
Kabupaten Pandeglang: Luas wilayah terpapar sekitar 2.771,41 km2 dengan potensi wilayah terdampak 7 kecamatan. Potensi penduduk terdampak sebanyak 7.500 dan kebutuhan air mencapai 112.500 liter
Kabupaten Lebak: Luas wilayah terpapar 3.352,18 km2 dengan potensi wilayah terdampak 16 kecamatan, potensi penduduk terdampak 11.000 jiwa dan kebutuhan air mencapai 165.000 liter
Kota Tangerang Selatan: Luas wilayah terpapar 154,56 km2, potensi wilayah terdampak 1 kecamatan, 750 penduduk berpotensi terdampak dengan estimasi kebutuhan air 11.250 liter
Kota Serang: Luas wilayah terpapar sekitar 265,79 km2 dengan potensi wilayah terdampak di 2 kecamatan, 1.250 penduduk berpotensi terdampak, dengan kebutuhan air mencapai 18,750 liter. (Red/hms)
