Kata Walikota, Kader Posyandu Kini Jadi Pelayan Kesehatan

Kader Posyandu saat acara peningkatan.
Cipasera – Posyandu merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Agar mampu memberikan pelayanan kesehatan semakin komprehensif, kapasitasnya perlu ditingkat hingga 5.000 lebih kader Posyandu se Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.
Hal itu mencuat saat digelar Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Tangsel di Kecamatan Setu, Senin, 6/7/2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, menjelaskan kegiatan di Kecamatan Setu diikuti oleh perwakilan kader dari seluruh Posyandu di wilayah tersebut. Di Kecamatan Setu terdapat 53 Posyandu dengan total sekitar 401 kader.
"Yang hadir hari ini merupakan perwakilan dari setiap Posyandu. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas kader agar mampu memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat," ujar Allin.
Menurut Allin, peningkatan kompetensi kader menjadi kebutuhan penting seiring semakin luasnya cakupan pelayanan Posyandu setelah transformasi layanan primer.
Selain itu, Posyandu kini juga berperan dalam mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Oleh karena itu, kader dituntut memiliki kemampuan yang semakin baik dalam memberikan edukasi, melakukan deteksi dini, serta mendampingi masyarakat dalam berbagai aspek pelayanan kesehatan.
"Karena Posyandu saat ini mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal, kapasitas kader harus terus ditingkatkan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal," ucap Allin
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie yang juga hadir mengatakan, kegiatan serupa dilaksanakan secara serentak di tujuh kecamatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi kader Posyandu yang kini memiliki peran lebih luas dibandingkan sebelumnya.
"Hari ini kami menggelar pertemuan dengan lebih dari 5.000 kader Posyandu yang tersebar di tujuh kecamatan," ujar Benyamin.
Menurutnya, tugas Posyandu sekarang bukan lagi hanya penimbangan balita, tetapi berkembang menjadi pelayanan kesehatan berbasis siklus kehidupan masyarakat. (Red/t)