10 OPD Banten Tandatangani MoU dengan Pemprov Jatim

     Khofifah tertarik batik Banten


Cipasera -  Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur datang ke  Provinsi Banten dan disambug di Ballroom Aston Serang, Kota Serang. Dalam kunjungan tersebut, produk asli Banten sebesar  mencatat penjualan Rp 28 miliar lebih.

Selain itu, pada kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Banten dengan Pemerintah Jawa Timur yang ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama oleh 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 6 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan 4 Asosiasi dari kedua Provinsi.

Kegiatan ini dihadiri oleh 200 peserta yang terdiri dari Kepala OPD dan pimpinan vertikal serta diikuti 157 pelaku usaha yang terdiri dari 57 pelaku usaha Provinsi Jatim dan 100 pelaku usaha Provinsi Banten.

Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperkuat potensi perdagangan, kerja sama di berbagai sektor dan membangun partnership serta jejaring bisnis dengan menghadirkan pelaku usaha dan berbagai stakeholder antar kedua Provinsi. 

“Misi ini hal yang luar biasa. Dengan saling bertukar wawasan keunggulan kompetitif, komparatif masing-masing daerah akan mengikat untuk saling memajukan baik Banten dan Jatim serta tentunya Indonesia,” ungkapnya.

Al Muktabar menambahkan, misi dagang antara pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Banten ini merupakan  hubungan antar daerah yang menimbulkan timbal balik dalam tata kelola perekonomian. 

“Melalui kegiatan ini kita juga bisa melakukan hilirisasi untuk memberikan banyak nilai tambah bagi daerah masing-masing,” ungkapnya.

Al Muktabar menyebutkan, kegiatan ini juga memungkinkan untuk melakukan kerja sama daerah dalam berbagai hal salah satunya dalam pengendalian inflasi. Dengan potensi hortikultura yang dimiliki  Provinsi Jatim, Al Muktabar menyebutkan upaya ini memungkinkan mampu mengurangi faktor-faktor penyumbang inflasi.

Pada kesempatan ini juga, Al Muktabar  mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi stand para pelaku usaha yang ikut memeriahkan acara tersebut. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada para pelaku usaha.

 Gubernur Jawa Timur  Khofifah Indar Parawansa menuturkan Misi Dagang dan Investasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Banten merupakan Misi dagang yang Ke-33. 

Ia menyebutkan, kegiatan ini merupakan pertemuan produk yang telah melalui beberapa proses produksi. Melalui pemasaran dengan misi dagang dan Investasi ini mampu mempertemukan penjual dan pembeli dalam satu kebutuhan yang tepat.

“Melalui kegiatan ini kita pertemukan produk yang tidak sederhana melalui online atau penjualan offline. Dengan sinergitas yang kita bangun mampu memberikan investasi atau efek yang luar biasa bagi keduanya,” ungkap Khofifah.

Tak hanya itu, Khofifah juga menyampaikan kegiatan ini merupakan sebuah pertemuan yang sangat produktif. Dimana, kerja sama antara kedua Provinsi akan terbangun lebih produktif pada sektor ekonomi.

“MoU antar OPD, Institusi, dan para pelaku usaha kita lakukan sebagai penguatan kompetensi. Tentu saling proaktif seusai dengan keunggulan daerah,” jelasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Babar Suharso menyebutkan, misi dagang ini merupakan upaya menyeimbangkan transaksi di Provinsi Banten. Dengan selalu memanfaatkan event nasional dan Internasional, Babar berharap kegiatan ini mampu memberikan motivasi kepada para pelaku usaha di Provinsi Banten untuk dapat memanfaatkan situasi semaksimal mungkin.(red/*)





Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel